Saturday, February 16, 2019
Home > Ibadah > Mendidik Anak Belajar dari Luqman Al-Hakim [2]

Mendidik Anak Belajar dari Luqman Al-Hakim [2]

Pendidikan Anak Faidah Surah Luqman

Belajar dari Luqman Al-Hakim dalam Mendidik Anak [2] 


6. Nasihat untuk amar ma’ruf dan nahi munkar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ …

“… Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar …” (QS Luqman [31]: 17)

Amar ma’ruf berarti memerintahkan manusia untuk berbuat baik dan taat kepada Allah Ta’ala, dan nahi munkar berarti melarang dan mencegah manusia dari perbuatan jelek dan mungkar. Nasihat ini merupakan nasihat yang berharga yang selayaknya diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya agar mereka menjadi salah satu di antara para penolong agama Allah. Perlu ditekankan juga, bahwa ketika menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar ini tentunya dengan cara yang benar dan hikmah, agar manusia bisa menerimanya.

 

7. Nasihat untuk bersabar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“… Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS Luqman [31]: 17)

Nasihat berikutnya yang Luqman Al-Hakim sampaikan kepada anaknya adalah nasihat untuk bersabar ketika menyampaikan kebenaran kepada manusia dan mencegah mereka dari kemungkaran. Karena dalam rangka amar ma’ruf dan nahi munkar pasti akan ada kendala dan beberapa tantangan dan gangguan yang datang dari masyarakat, dan sifat sabar adalah hal yang wajib dimiliki oleh seorang yang menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ، خَيْرٌ مِنَ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia (untuk mendakwahi mereka), dan bersabar dengan gangguan mereka itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak berbaur dengan manusia dan tidak sabar dengan gangguan mereka.” (HR Ibnu Majah dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 939)

8. Nasihat agar tidak sombong.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ …

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong). …” (QS Luqman [31]: 18)

Luqman menasihatkan anaknya agar tidak memalingkan wajahnya (sombong) ketika berbicara dengan manusia dan tidak berkata-kata yang sifatnya merendahkan mereka. Yang harus dilakukan oleh seorang Muslim ketika berhadapan dan berbicara dengan manusia adalah dengan lemah lembut, sopan, dan senyum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyumanmu di depan saudaramu merupakan sedekah bagimu.” (HR At-Tirmidzi)

9. Nasihat agar tidak besikap angkuh saat berjalan.

… وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“… Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman [31]: 18)

Luqman Al-Hakim melarang anaknya dari bersikap angkuh tatkala berjalan dan membanggakan diri saat berada di tengah-tengah masyarakat, karena sifat tersebut sangat dibenci oleh Allah Ta’ala.

10. Nasihat agar berjalan dengan langkah yang sederhana.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ …

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan. …” (QS Luqman [31]: 19)

Luqman mengajarkan adab dalam berjalan kepada anaknya, yaitu berjalan dengan langkah yang sederhana, tidak terlalu pelan juga tidak terlalu cepat.

11. Nasihat agar berbicara dengan suara yang lunak.

… وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

“… Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS Luqman [31]: 19)

Luqman menasihatkan anaknya agar tidak berlebihan dan tidak mengangkat suara ketika berbicara dengan orang lain. Karena orang yang banyak bicara dan mengangkat suaranya dengan keras tatkala berbicara dengan orang lain itu menyerupai keledai, dan permisalan ini merupakan celaan bagi orang yang banyak bicara dan tidak bisa melunakkan suaranya.

Itulah beberapa nasihat dan metode Luqman Al-Hakim dalam mendidik anaknya. Beliau memberikan nasihat dengan hal-hal yang berguna bagi dunia dan akhirat anaknya. Beliau memulainya dengan hal yang paling penting yaitu nasihat agar anaknya bertauhid dan menjauhi syirik. Kemudian beliau melanjutkan nasihatnya dengan hal-hal yang juga penting seperti berbakti kepada orang tua, bersyukur kepada Allah dan kedua orang tuanya, mendirikan shalat, menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menjauhi sifat sombong, hingga nasihat tentang adab berjalan dan adab berbicara dengan orang lain. Dan semua ini sangat bermanfaat bagi seorang anak yang kelak diharapkan bisa membentuk masyarakat yang Islami dan memuliakan agama Allah Ta’ala.

Referensi:
Kaifa Nurabbi Awladana, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Taisir Al-Karim Ar-Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
Shahih Sunan Abu Dawud, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Tafsir Al-Quran Al-‘Adzim, Imam Ibnu Katsir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *