Saturday, April 20, 2019
Home > Aqidah dan Tauhid > Siapakah Orang yang Musyrik?

Siapakah Orang yang Musyrik?

⚠️ *Siapakah Orang yang Musyrik?*

Syaikh Shalih Fauzan menjelaskan bahwa *barang siapa yang memalingkan sedikit saja dari jenis-jenis peribadahan kepada selain Allah ta’ala, maka orang tersebut adalah musyrik.*

Sama saja apakah beribadah kepada berhala, bebatuan, pepohonan, jin, manusia yang hidup atau yang mati.

Akan tetapi, terdapat orang-orang yang memahami kesyirikan adalah dengan beribadah kepada berhala saja. Adapun beribadah kepada wali, orang-orang shalih, kuburan keramat, tidak termasuk kesyirikan. Hal tersebut merupakan dalam rangka tawasul meminta syafa’at dan yang semisalnya. Dan kesyirikan itu hanyalah beribadah kepada berhala saja.

Padahal, sesungguhnya beribadah kepada berhala hanya merupakan salah satu bagian dari jenis-jenis kesyirikan. Adapun kesyirikan adalah beribadah kepada selain Allah ta’ala, sama saja apakah kepada berhala atau yang selainnya.

Syaikh bin baz menyebutkan bahwa kesyirikan ialah memalingkan sebagian peribadahan kepada selain Allah ta’ala, baik menjadikan sebagian peribadahan kepada Allah atau sebagian lainnya kepada selain Allah, baik dari kalangan jin, manusia, malaikat, berhala, pepohonan, bintang-bintang, bebatuan atau yang semisal dengannya dari kalangan makhluk. Beristighosah kepada mereka, bernadzar kepada mereka, menyembelih kepada mereka, atau meminta dari mereka pertolongan dan yang semisal dengan itu

Syaikh Taqiyuddin Al-Maqrizi Asy-Syafii juga menjelaskan dalam تجريد التوحيد المفيد bahwa kesyirikan dalam ilahiyyah dan ubudiyyah merupakan yang paling banyak dilakukan oleh pelaku kesyirikan, yaitu beribadah kepada berhala, beribadah kepada malaikat, beribadah kepada jin, beribadah kepada syaikh-syaikh mereka, orang-orang shalih mereka baik yang hidup maupun yang telah mati.

Allah ta’ala berfirman tentang mereka,

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

“(Dan orang-orang musyrikin berkata): ‘kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’ ” (Az-Zumar: 3)

(orang-orang musyrikin berkata tentang perantara mereka) bahwa mereka memberikan syafa’at bagi kami di sisi Allah, dan kami mendapati (mereka dapat memberikan syafa’at) dengan sebab kedekatan mereka dari Allah dan Karomah (kemuliaan) yg mereka miliki. Kedekatan dan Karomah (kemuliaan), sebagaimana itu dikenal di dunia dari mendapatkan kemuliaan dan kedekatan bagi orang yg berkhidmat kepada kaki tangannya raja, orang-orang dekatnya raja dan orang-orang khususnya raja.

Kemudian Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi menjelaskan bahwa *orang-orang musyrik telah menyamakan Allah ta’ala dengan selain-Nya*, mereka menyeru kepada selain Allah, menyeru kepada berhala, atau menyembah Allah dan menyembah berhala yang berhala tersebut menyembah Allah berbeda dengan orang-orang kafir, mereka tidak beragama kepada-Nya. *Maka kesyirikan itu lebih tersembunyi dari kekafiran.*

*Tetapi setiap orang yang berbuat syirik (musyrik) menjadi kafir dan kekal di dalam neraka*. Maka syirik besar adalah beribadah kepada selain Allah bersamaan dengan beribadah kepada Allah atau memalingkan sedikit pun dari peribadahan kepada selain Allah, berbeda dengan orang-orang kafir yang tidak beragama kepada Allah, mereka melalukan pengingkaran dengan sangat keras. *Dan keduanya (musyrik dan kafir) merupakan orang yang kekal di dalam neraka.*

Referensi:

– دروس في شرح نواقض الاسلام، صفحة ٣٤-٣٥
– سبل السلام شرح نواقض الاسلام، صفحة ٢٨
– فتح الربّ الحميد شرح تجريد التوحيد المفيد، صفحة ١٤٩

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *