Saturday, April 20, 2019
Home > Fiqih > Hukum Meninggalkan Shalat dalam Mazhab Syafii

Hukum Meninggalkan Shalat dalam Mazhab Syafii

Hukum meninggalkan shalat dalam mazhab asy-syafi’i ada dua macam:

1. Barang siapa yang menentang kewajiban shalat, maka dia kafir dan orang tersebut wajib dibunuh (oleh pemerintah) karena telah murtad, mendustakan firman Allah ta’ala. Barang siapa yang meninggalkan shalat dan dia meyakini kewajibannya, maka dia tetap dibunuh, karena shalat salah satu dari tiang agama, tidak dapat digantikan dengan jiwa (diqodho oleh orang lain) dan tidak pula dengan harta (seperti bayar fidyah atau dam ketika haji), oleh karena itu orang yang meninggalkan sholat dibunuh sebagaimana kalimat syahadat.

Dalilnya sebagaimana hadits Nabi

بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

“Pemisah antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat” (HR. Abu Daud no. 4678)

2. Barang siapa meninggalkan shalat dan meyakini kewajiban shalat. Tetapi meninggalkan shalat karena sakit, lupa, malas maka alasan ini tidaklah diberikan udzur, maka wajib bertaubat. Barang siapa yang bertaubat, maka ditinggalkan (tidak jadi dibunuh), dan barang siapa yang tidak bertaubat dan tetap menolak untuk menegakkan sholat meskipun meyakini kewajibannya, maka darahnya halal, dan membunuhnya adalah wajib (bagi pemerintah)

Referensi:
فقه الشافعي للمبتدئين

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *