Wednesday, July 17, 2019
Home > Fiqih > Panduan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha

Panduan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha

⚠️ *Waktu dan Tata Cara Shalat Id*

▶️ *Waktu Shalat Id*
Waktu shalat Id dimulai dengan terbitnya matahari dan seterusnya hingga tergelincirnya matahari. Waktu yang paling disukai ketika naiknya matahari seukuran tombak, sebagaimana Rasulullaah ﷺ terus menerus shalat pada waktu tersebut.

▶️ *Tata Cara Shalat Id*
Shalat Id adalah dua rakaat, bertakbir di awal setelah membaca doa istiftaah dan sebelum membaca ta’awudz, sebanyak 7 takbir selain takbiratul ihram dan selain takbir rukuk.

Pada rakaat kedua imam bertakbir sebanyak 5 takbir selain takbir bangkit (berdiri) dari sujud dan selain takbir untuk rukuk.

Maka apabila imam memulai dengan al-fatihah dan lupa melakukan takbir dan telah berlalu waktu untuk bertakbir, adapun apabila memulai dengan isti’adzah maka tidak terlewat waktu takbir.

Dan walaupun imam meninggalkan takbir (tambahan yang 7 dan 5 takbir) maka tidaklah sujud sahwi, karena takbir tsb bukanlah dari sunnah ab’adh dalam shalat (sunnah ab’adh: amalan shalat yang wajib ditutupi kekurangannya dengan sujud sahwi)

Dan memisahkan di antara setiap dua takbir dengan ucapan dzikir secara sirr (lirih atau perlahan): “subhanallaah, alhamdulillaah, laa ilaaha illallaah, allahu akbar”

Kemudian setelahnya (setelah membaca dzikir yg sirr) barulah bertakbir kembali dengan jahr (mengeraskan suara).

Dan apabila ketika menghadiri musholla (lapangan) dan imam telah selesai melakukan takbir atau sebagian dari takbir (takbir yg tambahan), maka janganlah menyempurnakannya (menutupi kekurangan takbirnya), karena hal tersebut dzikir yang sunnah (dzikir di antara takbir) yang telah terlewat tempatnya maka tidak ada baginya untuk menyempurnakannya.

Dan apabila telah terlewat waktu shalat id (tertinggal shalat id, telah selesai shalat id) maka shalatlah qodho dan bertakbir (yg tambahan).

Takbir yg tambahan merupakan haiat (haiat: tidak perlu ditutupi dengan sujud sahwi) dan waktu takbir yg tambahan adalah sebelum membaca surat al-fatihah.

Kemudian setelah imam bertakbir dengan takbir yang tujuh pada rakaat pertama, dan begitu juga setelah takbir yang lima pada rakaat kedua, maka membaca ta’awudz (memohon perlindungan kepada Allah dari syaithon), dan membaca surat al-fatihah.

Dan disunnahkan setelah membaca al-fatihah di *rakaat pertama membaca surat Qaf*, dan pada *rakaat kedua membaca surat Al-Qamar*,

atau disunnahkan juga *membaca surat al-A’la pada rakaat pertama* dan *surat al-Ghosyiyyah pada rakaat kedua*

Dan disunnahkan mengeraskan bacaan Al-Qur’an dan takbir (yg tambahan) di dalam shalat.

Referensi

فقه الشافعي للمبتدئين

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *