Wednesday, July 17, 2019
Home > Aqidah dan Tauhid > Terkabulnya Doa Bukanlah Jaminan Keridhoan Allah Ta’ala

Terkabulnya Doa Bukanlah Jaminan Keridhoan Allah Ta’ala

Terkadang seorang meyakini bahwa semakin ia bertakwa, maka seluruh doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah. Akan tetapi, terkabulnya doa bukanlah jaminan keridhoan Allah ta’ala

Syaikh Taqiyuddin Al-Maqrizi Asy-Syafi’i (766 H – 854 H) mengatakan,

و أبغض خلق الله إليه إبليس، و مع هذا أجاب سؤاله و قضى حاجته، و متّعه بها، ولكن لما لم تكن عونًا على مرضاته كانت زيادةً في شقوته و بعده

Dan makhluk Allah yang paling Allah murkai adalah iblis, namun bersamaan dengan hal tsb Allah mengijabah (mengabulkan) permintaan iblis dan Allah menghendaki kebutuhan iblis, dan membuatnya senang dengan dikabulkan permintaan tsb.

Akan tetapi, hal tsb (permintaan yang diminta) tidak menjadikan untuk membantu kepada keridhoan Allah, melainkan menjadikan bertambahnya kesengsaraan dan menjauhkan Iblis dari Allah.

وهكذا كل من سأله تعالى و استعان به على ما لم يكن عونًا له على طاعته، كان سؤاله مبعدًا عن الله، فليتدبر العاقل هذا،

Dan demikianlah, setiap orang yang meminta kepada Allah Ta’ala dan memohon kepada-Nya yang permintaan tersebut tidak menjadikan dirinya taat kepada Allah, melainkan permintaannya menjadikan dirinya jauh dari Allah. Maka orang yang berakal harus merenungkan hal tsb.

و ليعلم أن إجابة الله لسؤال بعض السائلين ليست لكرامته عليه، بل قد يسأله عبده الحاجة فيقضيها له و فيها هلاكه، و يكون منعه منهاحمايةً له و صيانةً، و معصوم من عصمه الله، والإنسان على نفسه بصيرة


Dan ketauhilah bahwa Allah mengijabah (mengabulkan) permintaan dari sebagian orang yang meminta bukanlah untuk memuliakan dirinya, melainkan terkadang seorang hamba meminta kebutuhan kepada Allah, kemudian Allah kabulkan permintaannya tetapi di dalam permintaan tsb terdapat hal yang membinasakan dirinya.

Dan permintaan tersebut menjadikan seorang tercegah dari (tidak mendapat) perlindungan Allah dan pemeliharaan Allah,

Dan yang terjaga adalah yang Allah menjaga orang tsb. Dan manusia (harus) merenungkan (hal ini) terhadap dirinya.

Syaikh shalih fauzan menjelaskan bahwa Iblis merupakan musuh Allah yang paling besar, tatkala diperintahkan untuk sujud tetapi menyombongkan diri, dan menjadi orang yg ingkar, maka Allah melaknatnya. Kemudian iblis pun meminta (berdoa) kepada Allah, dan Allah pun mengabulkannya

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan” (Al-Hijr: 36-38)

Maka Allah mengabulkan permintaan tsb melainkan untuk mengakhirkan hidupnya agar bertambah dosa dan adzabnya. Dan Allah menangguhkan orang yang zholim hingga tatkala Allah mengadzabnya yg mereka tidak bisa melarikan diri dari adzab tersebut.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan” (Ali Imran: 178)

Terkadang permintaan manusia yang di dalamnya terdapat kebinasaan, maka Allah mengabulkannya sebagai hukuman baginya, adapun Allah mencegahnya (tidak mengabulkan permintaan tsb) sebagai kebaikan baginya.

Oleh karena itu, barang siapa yang meminta berdoa kepada Allah, tetapi Allah tidak mengabulkan permintaan tersebut, maka janganlah menyesal.

Janganlah engkau mengatakan, “berdoa tidak ada manfaatnya, aku telah berdoa dan berdoa tetapi tidak dikabulkan”

Allah tidak mengabulkannya untukmu adalah sebagai kebaikan, karena apabila disegerakan untukmu apa yang engkau minta, maka di dalam permintaan tsb terdapat kebinasaan bagimu

وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah: 216)

Referensi

– افادة المستفيد شرح تجريد التوحيد المفيد، ص. ١٤٤ – ١٤٥

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *