Tuesday, June 18, 2019
Home > Fiqih > Mengusap Kepala dan Telinga Ketika Berwudhu

Mengusap Kepala dan Telinga Ketika Berwudhu

Di antara sunnah-sunnah berwudhu menurut mazhab syafi’i adalah

* مسح جميع الرأس

Mengusap seluruh kepala

* مسح الأذنين

Mengusap kedua telinga.

Di dalam kitab *Fiqih Syafi’i Lil Mubtadiin hal. 23* diterangkan bahwa

تمسح الأذين ظاهرهما و بطنهما، و يتم المسح بماء جديد غير الماء الذى مسح الرأس ، لأنه عضو تميز عن الرأس فى السم و الخلقة

Membasuh kedua telinga zhohirnya (bagian luar) dan batinnya (bagian dalam), dan menyempurnakan dengan air yang baru bukan dengan air yang digunakan mengusap kepala. *Karena sesungguhnya telinga anggota tubuh tersendiri yang berbeda dari kepala dalam namanya maupun penciptaannya.*

Di dalam kitab *Kifayathul Akhyar hal. 40* dijelaskan

يستحب مسح الصماخين بماء جديد

Lebih disukai membasuh kedua lubang telinga dengan air yang baru

Berdasarkan hadits dari Abdullaah bin Zaid _radhiallaahu’anhu_

ريت رسول اللُه ﷺ يتوضأ فأخذ لأذنيه ماء خلاف الماء الذي أخذه لرأسه

“Saya melihat Rasulullaah ﷺ berwudhu kemudian mengambil air untuk telinganya berbeda dengan air yang diambilnya untuk kepalanya (HR. Hakim dalam Al-Mustadrak no. 538 dan Al-Baihaqi, Hakim mengatakan sanadnya shahih berdasarkan syarat Muslim)

*Kesimpulannya:*
1. Mengusap sebagian kecil dari kepala atau rambut wudhunya masih sah berdasarkan mazhab syafi’i, karena mengusap seluruhnya merupakan sunnah
2. mengusap kepala dan telinga merupakan bagian yg berbeda di dalam mazhab syafi’i
3. disunnahkan menggunakan air yang berbeda dalam mengusap kepala dan telinga
4. mengusap telinga maksudnya adalah mengusap bagian dalam dan luar telinga

*Referensi:*
Fiqh Syafi’i Lil Mubtadiin
Matan Ghoyah wa Taqriib
Kifaayatul Akhyaar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *