Tuesday, June 18, 2019
Home > Adab dan Akhlak > Tidak Makan Berlebihan

Tidak Makan Berlebihan

Makan berlebihan merupakan perkara yang dibenci di dalam Agama Islam. Ibnu Jama’ah Rahimahullaah (w. 733 H) menuliskan di dalam kitab ” تذكرة لسامع ”

من أعظم الأسباب المعينة على الاشتغال والفهم و عدم الملال: أكل قدر اليسير من الحلال

Di antara sebab-sebab yang paling besar untuk membantu sibuk (menuntut ilmu) dan memahami (ilmu) dan tidak ada kejenuhan (pada ilmu) adalah makan sekedarnya yang sederhana dari makanan yang halal.

قل الشافعي: ما شبعت منذ ست عشرة سنة

Imam syafi’i mengatakan, “Aku tidak pernah kenyang semenjak 16 tahun”

و سبب ذلك أن كثرة الأكل جالبة لكثرة الشرب، و كثرته جالبة للنوم والبلادة، و قصور الذهن، و فتور الحواس، و كسل الجسم، هذا مع ما فيه من الكراهية الشرعية

Seseorang apabila banyak makan menyebabkan banyaknya minum, banyaknya makan dan minum menyebabkan menjadi tidur dan bodoh, pendeknya akal, lemahnya panca indera, dan malasnya badan, ini semua termasuk yang dibenci di dalam syari’at islam

ولم أحد من الأولياء، والأئمة العلما يصف أو وصف بكثرة الأكل، و لاحمد به

Tidak ada seorang pun dari para wali, imam-imam ulama mensifati atau disifati dengan banyaknya makan dan tidak pula dipuji dengan banyaknya makan.

وإنما يحمد كثرة الأكل من الدواب التي لا تعقل

Bahwa yang sesungguhnya dipuji dengan banyaknya makan itu dari hewan-hewan yang tidak memiliki akal.

*sebagaimana apabila seorang memiliki kambing, sapi atau unta tentu dia akan senang apabila hewannya tersebut banyak makan sehingga menjadi gemuk dan berisi*

Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidaklah Manusia memenuhi wadah yang buruk melebihi perut, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya, bila tidak bisa maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya” (HR. Tirmidzi no. 2380, Ibnu Majah 3349)

Imam at-Tirmidzi membawakan hadits ini di dalam kitab Zuhud dan menuliskan bab dengan judul “م جاء في كراهية كثرة الأكل ” yakni, dibencinya banyak makan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *