Home Blog Page 23

Badai Pasir Melanda Kawasan Timur Tengah

0

Badai pasir dahsyat melanda negara-negara di kawasan Timur Tengah. Bahkan begitu masivnya hingga badai pasir ini pun terlihat jelas ruang angkasa.

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis gambar pasir dan debu yang berputar-putar di kawasan Timur Tengah. Foto-foto dari satelit NASA memperlihatkan wilayah Israel, Semenanjung Sinai di Mesir, Yordania, Libanon dan sebagian Suriah dipenuhi kabut pasir tebal berwarna kuning kecokelat-cokelatan.

Menurut data satelit NASA seperti dilansir NBC News, Rabu (9/9/2015), awan pasir tersebut membumbung tinggi hingga sekitar 600 meter di udara. Foto-foto satelit NASA itu diambil dari ketinggian sekitar 800 kilometer di atas permukaan Bumi.

Badai pasir telah menyebabkan penurunan jarak pandang dan gangguan kesehatan di wilayah-wilayah Suriah, Libanon, Israel, Yordania, Arab Saudi, Siprus dan Irak.

Menurut kantor berita AFP, sejauh ini delapan orang telah meninggal akibat badai pasir ini dan ratusan orang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan. Di Libanon, dampak badai pasir ini paling parah dirasakan para pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp pengungsian resmi dan tak resmi.

Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan, dua wanita telah meninggal di rumah sakit di wilayah Bekaa Valley dikarenakan badai pasir ini. Sementara di Suriah, dilaporkan enam orang tewas akibat badai pasir ini, termasuk dua bocah. Menurut media di Suriah, badai ini juga telah menyebabkan pertempuran antara pasukan Suriah dan pemberontak di Provinsi Idlib dan Hama terhenti. (sumber:ย detik.com)

 

 

Dua Makhluk yang Paling Besar

0

Dua Makhluk yang Terbesar

Salah satu diantara aqidah (keyakinan) Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah bahwa makhluk terbesar adalah Arsy (singgasana) Allah -Azza wa Jalla-. Mungkin selama ini ada diantara kita yang menyangka bahwa bahwa makhluk terbesar di dunia adalah langit dan bumi. Padahal masih ada yang lebih besar daripada itu semua, yaitu Al-Kursiy (Kursi) milik Allah -Azza wa Jalla-. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Artinya, ia lebih besar dibandingkan langit dan bumi. Inilah yang dijelaskan oleh Allah -Azza wa Jalla- dalam firman-Nya,

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู ู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู ุณูู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽูˆู’ู…ูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽู†ู’ ุฐูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุดู’ููŽุนู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุญููŠุทููˆู†ูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ ูˆูŽุณูุนูŽ ูƒูุฑู’ุณููŠู‘ูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฆููˆุฏูู‡ู ุญููู’ุธูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูย  [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ : 255]

โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besarโ€. (QS. Al-Baqoroh : 255)

Kursi adalah tempat kedua kaki Allah -Azza wa Jalla-. Penafsir Ulung, Abdullah bin Abbas -radhiyallahu anhu- berkata,

ุงู„ู’ูƒูุฑู’ุณููŠู‘ู ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽู…ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ู„ุงูŽ ูŠูู‚ูŽุฏู‘ูุฑู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽู‡ู

โ€œKursi adalah tempat kedua kaki[1]. Sedangkan Arsy tidak ada seorang pun yang mampu menentukan besarnyaโ€.[2]

Kursi Allah adalah makhluk terbesar setelah Arsy (singgasana) Allah sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang shohih dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda,

ู…ุง ุงู„ุณู…ุงูˆุงุช ุงู„ุณุจุน ููŠ ุงู„ูƒุฑุณูŠ ุฅู„ุง ูƒุญู„ู‚ุฉ ู…ู„ู‚ุงุฉ ุจุฃุฑุถ ูู„ุงุฉ ูˆูุถู„ ุงู„ุนุฑุด ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุฑุณูŠ ูƒูุถู„ ุชู„ูƒ ุงู„ูู„ุงุฉ ุนู„ู‰ ุชู„ูƒ ุงู„ุญู„ู‚ุฉ

โ€œTidaklah langit-langit yang tujuh dibandingkan Kursi, kecuali seperti sebuah mata rantai yang dibuang di tanah yang tandus. Sedang kelebihan Arsy dibandingkan Kursi, seperti kelebihan tanah tandus itu dibandingkan sebuah mata rantai tersebutโ€. [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al-Arsy (no. 58) dan Abusy Syaikh dalam Al-Azhomah(no. 70), Ibnu Baththoh dalam Al-Ibanah (no. 136) dan lainnya. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam As-Silsilah(1/224/109)]

Ulama Negeri Syam, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy-rahimahullah- berkata usai men-takhrij hadits ini,

โ€œHadits ini keluar sebagai tafsir bagi firman Allah -Taโ€™ala-,

ูˆูŽุณูุนูŽ ูƒูุฑู’ุณููŠู‘ูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ

โ€œKursi Allah meliputi langit dan bumiโ€ฆโ€œ.

Hadits ini gamblang dalam menjelaskan kedudukan Kursi sebagai makhluk terbesar setelah Arsy dan bahwa Kursi itu adalah benda yang berdiri sendiri, bukan sesuatu yang yang tidak memiliki wujud.

Di dalam hadits ini terdapat bantahan bagi orang yang mentakwil Kursi dengan makna โ€œkerajaan dan luasnya kekuasaanโ€ sebagaimana yang tertera pada sebagian kitab-kitab tafsir. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Kursi adalah โ€œilmuโ€, maka atsar itu tidak shohih sanadnya kepada beliau. Karena, ia termasuk riwayat Jaโ€™far bin Abil Mugiroh dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas. Atsar itu diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Ibnu Mandah berkata, โ€œIbnu Abil Mughiroh bukan orang yang kuat pada Ibnu Jubairโ€. [Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (1/226)]

Keyakinan Ahlus sunnah wal Jamaโ€™ah bahwa Kursi adalah makhluk terbesar setelah Arsy. Inilah pendapat yang benar, bukanlah Kursi itu kekuasaan atau ilmu. Bahkan ia adalah makhluk besar yang memiliki wujud.

Al-Imam Ibnu Abi Zamanain -rahimahullah- berkata,

ูˆู…ู† ู‚ูˆู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุฃู† ุงู„ูƒุฑุณูŠ ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ุนุฑุด ูˆุฃู†ู‡ ู…ูˆุถุน ุงู„ู‚ุฏู…ูŠู†

โ€œDiantara pernyataan Ahlus Sunnah, bahwa Kursi berada di depan Arsy dan bahwa ia adalah ia adalah tempat kedua kaki (Allah)โ€. [LihatUshulus Sunnah (hal. 96) karya Ibnu Abi Zamanain, dengan tahqiqAbdullah bin Muhammad Al-Bukhoriy, cet. Maktabah Al-Ghurobaโ€™ Al-Atsariyyah, 1415 H ]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata,

ุงู„ูƒุฑุณูŠ ุซุงุจุช ุจุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ูˆุฅุฌู…ุงุน ุงู„ุณู„ู

โ€œKursi adalah tsabit (benar) berdasarkan Al-Kitab, Sunnah dan ijmaโ€™ (kesepakatan) para salafโ€. [Lihat Majmuโ€™ Al-Fatawa (6/584)]

Al-Imam Ibnu Abil Izz Al-Hanafiy -rahimahullah- berkata,

ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ -ุงู„ูƒุฑุณูŠ- ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ู…ู† ุงู„ุณู„ู ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ุนุฑุด ูƒุงู„ู…ุฑู‚ุงุฉ ุฅู„ูŠู‡

โ€œKursi hanyalah โ€“sebagaimana yang dinyatakan oleh para salaf- berada di depan Arsy, laksana tangga menuju Arsyโ€. [Lihat Syarh Al-Aqidah Ath-Thohawiyyah (hal. 277), oleh Ibnu Abil Izz, cet. Al-Maktab Al-Islamiy, 1391 H]

Al-Imam Abu Muhammad Abdul Haqq Ibnu Athiyyah Al-Andalusiy -rahimahullah- berkata,

ูˆุงู„ุฐูŠ ุชู‚ุชุถูŠู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุฃู† ุงู„ูƒุฑุณูŠ ู…ุฎู„ูˆู‚ ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ุนุฑุดุŒ ูˆุงู„ุนุฑุด ุฃุนุธู… ู…ู†ู‡

โ€œYang dituntut (ditetapkan) oleh hadits-hadits bahwa Kursi adalah makhluk yang ada di depan Arsy. Sedang Arsy lebih besar dibandingkan Kursiโ€. [Lihat Al-Muharror Al-Wajiz (1/336)]

Jadi, Kursi itu termasuk makhluk terbesar. Namun masih ada lagi makhluk yang lebih besar dibandingkan Kursi, yaitu Arsy (singgasana) Allah -Azza wa Jalla-.

Saking besarnya ukuran Arsy, ia dipikul oleh para malaikat yang memiliki postur tubuh yang besar.

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

ูˆูŽูŠูŽุญู’ู…ูู„ู ุนูŽุฑู’ุดูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ููŽูˆู’ู‚ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŒย  [ุงู„ุญุงู‚ุฉ/17]

โ€œDan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung (memikul) โ€˜Arsy Tuhan-mu di atas (kepala) merekaโ€. (QS. Al-Haaqqoh : 17)

Allah Robbul izzah juga berfirman,

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู ูŠูุณูŽุจู‘ูุญููˆู†ูŽ ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุณูุนู’ุชูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽุนูู„ู’ู…ู‹ุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนููˆุง ุณูŽุจููŠู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู‚ูู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ูย  [ุบุงูุฑ/7]

โ€œ(Malaikat-malaikat) yang memikul โ€˜Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): โ€œYa Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyalaโ€. (QS. Al-Mukmin : 7)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata usai membawakan dua ayat ini,

โ€œFirman Allah ini mengharuskan (menetapkan) bahwa Allah memiliki Arsy yang dipikul dan mengharuskan bahwa Arsy itu bukanlah malaikat sebagaimana yang dinyatakan oleh sekelompok orang-orangJahmiyyah. Karena, para malaikat adalah kumpulan makhluk. Nah, disini ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat dari kalangan makhluk-makhluk-Nya yang memikul Arsy-Nya, sedang malaikat-malaikat lainnya berada di sekitarnya; dan juga menunjukkan bahwa Arsy pada hari kiamat akan dipikul oleh delapan malaikatโ€. [Lihat Bayan Talbis Al-Jahmiyyah fi Taโ€™sis Bidaโ€™ihim Al-Kalamiyyah (1/576) oleh Ibnu Taimiyyah, cet. Mathbaโ€™ah Al-Hukumah, 1392 H]

Malaikat pemikul Arsy digambarkan kebesarannya oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- diย  dalam sebuah hadits. Beliau -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ุฃูุฐูู†ูŽ ู„ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽู„ูŽูƒู ู…ูู†ู’ ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุดูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุฃูุฐูู†ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุนูŽุงุชูู‚ูู‡ู ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุนูŽุงู…ู

โ€œTelah diizinkan bagiku untuk menceritakan tentang seorang malaikat diantara malaikat-malaikat pemikul Arsy. Sesungguhnya apa yang ada diantara dua cuping telinganya sampai ke pundaknya adalah sejauh perjalanan 700 tahunโ€. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4727). Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalamTakhrij Misykah Al-Mashobih (no. 5728)]

Ini adalah gambaran yang amat menakjubkan. Seorang malaikat pemikul Arsy memiliki postur tubuh yang amat mencengangkan. Jarak antara cupingnya saja dengan bahu sejauh perjalanan 700 tahun. Allahu Akbar, Maha Besar Allah yang telah menciptakannya.

Al-Imam Ath-Thibiyrahimahullah– berkata,

โ€œYang dimaksudkan dengan โ€œ700 tahunโ€ disini adalah menggambarkan banyaknya, bukan untuk pembatasan. Karena, bilangan itu lebih cocok dengan pembicaraan dan lebih memberikan dorongan kepada keadaan. Beliau bersabda, โ€œTelah diizinkan bagikuโ€ฆโ€, untuk memberikan faedah bahwa pengetahuan tentang perkara gaib adalah perkara yang khusus bagi Allah -Taโ€™ala-. Akan tetapi (terkadang) Allah memperlihatkan sebagiannya kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Namun orang yang Allah perlihatkan perkara gaib itu tidak berhak menceritakannya, kecuali dengan izin-Nyaโ€. [Lihat Faidhul Qodir (1/458) karya Al-Munawiy]

Dijelaskan dalam sebagian hadits-hadits bahwa di bawah Arsy (singgasana) Allah -Azza wa Jalla- terdapat air. Inilah yang dikatakan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sabdanya,

ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงุฏููŠุฑูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุจูุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ุณูŽู†ูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุนูŽุฑู’ุดูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู

โ€œAllah telah menulis takdir-taqdir para makhluk 50 ribu tahunsebelum Dia menciptakan langit dan bumiโ€. Beliau bersabda, โ€œSedang Arsy-Nya di atas airโ€. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2653) dari Abdullah bin Amer bin Al-Ash -radhiyallahu anhuma-]

Inilah sedikit keterangan tentang dua makhluk terbesar ini. Jika anda mau memperluas pembahasan, silakan kembali kepada Kitabul Arsyyang ditulis oleh Ibnu Abi Syaibah dan Adz-Dzahabiy atau risalah Syaikhul Islam yang berjudul โ€œAr-Risalah Al-Arsyiyyahโ€.

 

[1] Yakni, kedua kaki Allah -Azza wa Jalla-.

[2] HR. Ad-Darimiy dalam Naqdh Al-Imam Abi Saโ€™id Utsman bin Saโ€™id ala Bisy Al-Marisiy Al-Jahmiy Al-Anid (1/423), Ibnu Khuzaimah dalam Kitab At-Tauhid (no. 185), Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah (586 & 1020), Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al-Arsy (no. 61), Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (no. 12404), Ath-Thobariy dalam Jamiโ€™ Al-Bayan (3/10), Ad-Daruquthniy Ash-Shifat(hal. 30), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2/283), Al-Khothib dalamTarikh Baghdad (9/251-252) dan Al-Harowiy dalam Al-Arbaโ€™in (hal. 125). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalamMukhtashor Al-Uluw (hal. 102/no. 36)

Sifat-sifat Surga [2]

0

Sifat-Sifat Surga dalam As-Sunnah Ash-Shahiihah [2]

Pemandangan dari Surga

Di surga ada kenikmatan yang kekal, kebaikan yang merata, dan rahmat dari Ar-Rahmaan Ar-Rahiim.

Di sana ada dipan-dipan tinggi yang diliputi kebersihan, sebagaimana diliputi dengan kesucian. Dan di sana terdapat gelas-gelas yang suci yang disediakan untuk diminum. Tidak perlu meminta dan dipersiapkan. Bantal-bantal dan tilam-tilam untuk bertelekan waktu beristirahat. Karpet-karpet dan sajadah-sajadah terhampar dimana-mana untuk perhiasan dan duduk bersenang-senang.

Semua nikmat yang disebutkan dalam Kitabullah atau Sunnah Nabi-Nya ini namanya sama dengan yang dilihat manusia di dunia. Akan tetapiโ€ฆ. ketika disebut benda-benda ini, hanya sebagai penamaan agar dipahami oleh penduduk dunia. Adapun yang sebenarnya dan hakekat kesenangan-kesenangan ini diserahkan kepada Allah Yang Maha Agung, Maha Bijaksana lagi Maha menegakkan langit-langit dan bumi.

Adapun pembawaannya, diserahkan kepada segenap kemampuan mereka di sana. Diserahkan kepada panca indera orang-orang yang diberikan kemampuan oleh Allah. Kehidupan penduduk di surga, semuanya berisi kesejahteraan, diliputi dan dipenuhi kesejahteraan. Para malaikat mengucapkan salam sejahtera kepada mereka dalam suasana yang sentausa. Mereka saling mengucapkan salam, dan mereka dikirimi salam oleh Ar-Rahmaan. Maka semua keadaannya berisi salam kesejahteraan.[17]

a. Kamar-Kamarnya.

ุนู† ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅู†ูŽู‘ ุฃู‡ู„ูŽ ุงู„ุฌู†ุฉู ู„ูŽุชูŽุฑูŽุงุกูŽูˆู† ุฃูŽู‡ู„ ุงู„ุบุฑูู ู…ูู† ููˆู‚ู‡ูู… ูƒู…ุง ุชุชุฑุงุกูŽูˆู†ูŽ ุงู„ูƒูŽูˆูƒุจูŽ ุงู„ุฏูู‘ุฑูู‘ูŠูŽู‘ ุงู„ุบุงุจุฑูŽ ููŠ ุงู„ุฃูู‚ู ู…ู† ุงู„ู…ุดุฑู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุบุฑุจุ› ู„ุชูุงุถูู„ ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…)) ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡! ุชู„ูƒ ู…ู†ุงุฒู„ู ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุกุŒ ู„ุง ูŠุจู„ูุบู‡ุง ุบูŠุฑู‡ู… ุŸ ู‚ุงู„ : ((ุจู„ู‰ุŒ ูˆุงู„ุฐูŠ ู†ูุณูŠ ุจูŠุฏู‡ุ› ุฑุฌุงู„ูŒ ุฃู…ู†ูˆุง ุจุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุตุฏูŽู‘ู‚ูˆุง ุงู„ู…ูุฑุณูŽู„ูŠู†)).

Dari Abu Saโ€™iid Al-Khudriy radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda :โ€œSesungguhnya penduduk surga saling dapat melihat penduduk surga yang terletak kamar di atasnya sebagaimana mereka saling melihat bintang yang bersinar terang di ufuk sebelah timur atau barat, dikarenakan perbedaan keutamaan di antara merekaโ€. Para shahabat bertanya : โ€œWahai Rasulullah, kedudukan para nabi itu, apakah tidak dapat dicapai oleh selain mereka ?โ€. Beliau menjawab : โ€œTentu saja untuk para Nabi. (Namun) demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, (kedudukan itu dapat dicapai oleh) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasulโ€.[18]

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู…ุงู„ูƒู ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ : ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅูู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉู ุบูุฑูŽูุงู‹ ูŠูุฑู‰ ุธุงู‡ุฑู‡ุง ู…ูู† ุจุงุทู†ู‡ุงุŒ ูˆุจุงุทู†ู‡ุง ู…ูู† ุธุงู‡ุฑู‡ุงุŒ ุฃุนุฏูŽู‘ู‡ุง ุงู„ู„ู‡ู ู„ู…ู† ุฃุทุนู… ุงู„ุทุนุงู…ุŒ ูˆุฃู„ุงู† ุงู„ูƒู„ุงู…ูŽุŒ ูˆุชุงุจุน ุงู„ุตูู‘ูŠุงู…ุŒ ูˆุตู„ูŽู‘ู‰ ุจุงู„ู„ูŠู„ู ูˆุงู„ู†ุงุณู ู†ููŠูŽุงู…)).

Dari Abu Maalik Al-Asyariy : Bahwasannya Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œSesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang dapat dilihat bagian luarnya dari dalam, dan bagian dalamnya dari luar; yang disediakan Allah bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa, dan mengerjakan shalat malam saat orang-orang tidur lelapโ€.[19]

b. Kemah-Kemah, Taman-Taman, dan Debu-Debu Surga.

ุนู† ุฃุจูŠ ู…ูˆุณู‰ ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅู†ูŽู‘ ู„ู„ู…ุคู…ู†ู ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉู ู„ุฎูŽูŠู…ุฉู‹ ู…ู† ู„ุคู„ุคุฉู ูˆุงุญุฏุฉู ู…ูุฌูˆูุฉูุŒ ุทูˆู„ู‡ุง ุณุชูˆู† ู…ูŠู„ุงู‹ุŒ ู„ู„ู…ุคู…ู†ู ููŠู‡ุง ุฃู‡ู„ูˆู†ูŽ ูŠุทูˆูู ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ู…ุคู…ู†ู ูู„ุง ูŠุฑู‰ ุจุนุถูู‡ูู…ู’ ุจุนุถุงู‹)).

Dari Abu Musa Al-Asyโ€™ariy radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda :โ€œSesungguhnya bagi seorang mukmin diberikan satu kemah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Panjangnya enam puluh mil. Dan bagi seorang mukmin disediakan beberapa orang istri yang selalu digilirnya, dimana masing-masing (istri itu) tidak bisa melihat satu dengan yang lainnyaโ€.[20]

Dan dalam hadits Israaโ€™ :

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((โ€ฆ..ุซู… ุงู†ุทู„ู‚ ุจูŠ ุฌุจุฑูŠู„ู ุญุชู‰ ู†ุฃุชูŠูŽ ุณุฏุฑุฉูŽ ุงู„ู…ู†ุชู‡ู‰ุŒ ูุบูŽุดูŠูŽู‡ูŽุง ุฃู„ูˆุงู†ูŒ ู„ุง ุฃุฏุฑูŠ ู…ุง ู‡ูŠ! ู‚ุงู„ : ุซู… ุฃูุฏุฎูู„ู’ุชู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ูุฅุฐุง ููŠู‡ุง ุฌู†ุงุจุฐ ุงู„ู„ุคู„ุคูุŒ ูˆุฅุฐุง ุชุฑุงุจูู‡ุง ุงู„ู…ูุณูƒ)).

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : โ€œโ€ฆ.kemudian Jibriil berjalan bersamaku hingga kami sampai di Sidratul-Muntahaa. Ternyata ia dilingkupi oleh warna-warni yang aku tidak tahu apa ituโ€. Beliau berkata : โ€œKemudian aku dimasukkan ke surga, yang ternyata di dalamnya ada kemah-kemah dan kubah-kubah dari mutiara. Dan debunya terbuat dari miskโ€.[21]

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู…ูˆุณู‰ ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฌู†ุชุงู†ู ู…ูู† ูุถูŽู‘ุฉู ุขู†ูŠุชูู‡ุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุงุŒ ูˆุฌู†ุชุงู†ู ู…ูู† ุฐู‡ุจู ุขู†ูŠุชู‡ุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุงุŒ ูˆู…ุง ุจูŠู† ุงู„ู‚ูˆู…ู ูˆุจูŠู† ุฃู† ูŠู†ุธุฑูˆุง ุฅู„ู‰ ุฑุจูู‘ู‡ูู… ุฅู„ุง ุฑูุฏุงุกู ุงู„ูƒุจุฑูŠุงุกู ุนู„ู‰ ูˆุฌู‡ู‡ู ููŠ ุฌู†ุฉ ุนุฏู†)).

Dari Abu Musa Al-Asyโ€™ariy radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œDua buah surga terbuat dari perak, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Dua buah surga terbuat dari emas, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Tidaklah ada (penghalang) antara satu kaum dengan pandangan mereka kepada Rabb mereka kecuali selendang kebesaran di wajah-Nya di surga โ€˜Adnโ€.[22]

c. Pohon-Pohonnya

ุนู† ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅูู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉู ุดุฌุฑุฉู‹ ูŠุณูŠุฑู ุงู„ุฑุงูƒุจู ุงู„ุฌูˆุงุฏู ุงู„ู…ุถู…ูŽู‘ุฑู ู…ุฆุฉูŽ ุนุงู…ู ู…ุง ูŠู‚ุทุนูู‡ูŽุง)).

Dari Abu Saโ€™iid Al-Khudriy radliyallaahu โ€˜anhu : Dari Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : โ€œSesungguhnya di surga terdapat satu pohon yang seandainya seorang berjalan dengan satu kendaraan yang paling bagus dan mampu berjalan lama selama seratus tahun, niscaya tidak akan selesai melewatinyaโ€.[23]

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ู…ุง ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ุดุฌุฑุฉูŒ ุฅู„ุง ูˆุณุงู‚ูู‡ุง ู…ูู† ุฐู‡ุจู)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œTidaklah ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya terbuat dari emasโ€.[24]

d. Pasarnya.

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅูู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุณูˆู‚ุงู‹ ูŠุฃุชูˆู†ู‡ุง ูƒู„ูŽู‘ ุฌู…ุนุฉูุŒ ูุชู‡ูุจูู‘ ุฑูŠุญู ุงู„ุดูŽู‘ู…ุงู„ุŒ ูุชุญุซูˆ ููŠ ูˆุฌูˆู‡ู‡ู… ูˆุซูŠุงุจู‡ู…ุŒ ููŠุฒุฏุงุฏูˆู† ุญูุณู†ุงู‹ ูˆุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ููŠุฑุฌุนูˆู† ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ูŠู‡ู… ูˆู‚ุฏ ุงุฒุฏุงุฏูˆุง ุญูุณู†ุงู‹ ูˆุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ููŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ู… ุฃู‡ู„ูˆู‡ู… : ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ู‚ุฏ ุงุฒุฏูŽุฏู’ุชูู… ุจูŽุนุฏู†ุง ุญูุณู†ุงู‹ ูˆุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ููŠู‚ูˆู„ูˆู† : ูˆุฃู†ุชู… ูˆุงู„ู„ู‡ู ู„ู‚ุฏ ุงุฒุฏุฏุชูู… ุจุนุฏู†ุง ุญูุณู†ุงู‹ ูˆุฌู…ุงู„ุงู‹)).

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œSesungguhnya di surga terdapat pasar yang diramaikan hanya pada hari Jumโ€™at. Maka ketika itu angin berhembus dari arah utara dan menerpa wajah-wajah dan pakaian mereka sehingga menambah indah dan rupawan. Mereka pun kembali pada keluarga mereka yang juga bertambah indah dan rupawan. Keluarga mereka berkata : โ€˜Demi Allah, sungguh engkau bertambah indah dan rupawanโ€™. Mereka pun berkata : โ€˜Dan kalian, demi Allah, juga bertambah indah dan rupawanโ€.[25]

e. Istana-Istananya.

ุนู† ุฌุงุจุฑ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุฏุฎู„ุชู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ูุฅุฐุง ุฃู†ุง ุจู‚ุตุฑู ู…ูู† ุฐู‡ุจูุŒ ูู‚ู„ุชู : ู„ูู…ูŽู† ู‡ุฐุง ุŸ ู‚ุงู„ูˆุง : ู„ูุฑุฌู„ู ู…ู† ู‚ุฑูŠุด. ูุธู†ู†ุชู ุฃู†ูŠ ุฃู†ุง ู‡ูˆุŒ ูู‚ู„ุชู : ูˆู…ูŽู† ู‡ูˆ : ู‚ุงู„ูˆุง : ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจุŒ ูู…ุง ู…ู†ุนู†ูŠ ุฃู† ุฃุฏุฎู„ูŽู‡ ูŠุง ุงุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ุฅู„ุง ู…ุง ุฃุนู„ู…ู ู…ู† ุบูŽูŠู’ุฑุชูƒ)). ู‚ุงู„ : ูˆุนู„ูŠูƒ ุฃุบุงุฑ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŸ!.

Dari Jaabir bin โ€˜Abdillah radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œAku pernah masuk ke surga, yang ternyata di dalamnya terdapat istana dari emas. Aku bertanya : โ€˜Untuk siapakah ini ?โ€™. Mereka berkata : โ€˜Untuk seorang laki-laki dari Quraisyโ€™. Aku menyangka bahwa akulah orang tersebut. Lalu aku pun kembali bertanya : โ€˜Siapakah ia ?โ€™. Mereka menjawab : โ€˜โ€™Umar bin Al-Khaththaabโ€™. Tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya wahai Ibnul-Khaththaab, kecuali apa yang aku ketahui dari kecemburuanmuโ€. โ€˜Umar berkata : โ€œApakah aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah ?!โ€.[26]

f. Sungai-Sungainya.

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุฏุฎู„ุชู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ูุฅุฐุง ุฃู†ุง ุจู†ู‡ุฑู ุญุงููŽู‘ุชุงู‡ู ุฎูŠุงู… ุงู„ู„ุคู„ุคุŒ ูุถุฑุจุชู ุจูŠุฏูŠูŽู‘ ุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุฌุฑูŠ ููŠู‡ ุงู„ู…ุงุกุŒ ูุฅุฐุง ู…ูุณูƒูŒ ุฃุฐู’ููุฑุŒ ูู‚ู„ุชู : ู…ุง ู‡ุฐุง ูŠุง ุฌุจุฑูŠู„ ู• ู‚ุงู„ : ู‡ุฐุง ุงู„ูƒูˆุซุฑู ุงู„ุฐูŠ ุฃุนุทุงูƒู‡ ุงู„ู„ู‡ู)).

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œAku pernah masuk ke surga yang ternyata di dalamnya terdapat sungai yang di pinggirnya terdapat kemah-kemah dari mutiara. Lalu aku memukulkan tanganku ke air yang mengalir itu. Ternyata airnya adalah misk yang sangat harum baunya. Aku bertanya : โ€˜Apakah ini wahai Jibril ?โ€™. Ia menjawab : โ€˜Ini adalah Al-Kautsar yang Allah berikan untukmuโ€.[27]

Kemuliaan yang Paling Besar di Surga

ุนู† ุตู‡ูŠุจ ุจู† ุณู†ุงู† ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฌู†ุฉู ุงู„ุฌู†ุฉูŽุŒ ูˆุฃู‡ู„ู ุงู„ู†ุงุฑู ุงู„ู†ุงุฑูŽุŒ ู†ุงุฏู‰ ู…ูู†ูŽุงุฏู : ูŠุง ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ! ุฅู†ูŽู‘ ู„ูƒู… ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูˆุนุฏุงู‹ ูŠูุฑูŠุฏู ุฃู† ูŠูู†ุฌูุฒูƒู…ูˆู‡ุŒ ููŠู‚ูˆู„ูˆู† : ูˆู…ุง ู‡ูˆุŸ ุฃู„ู… ูŠูุซู‚ูู‘ู„ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูˆุงุฒูŠู†ู†ุงุŒ ูˆูŠุจูŠูู‘ุถ ูˆุฌูˆู‡ูŽู†ุงุŒ ูˆูŠุฏุฎู„ู†ุง ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆูŠู†ุฌูŠู†ุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑุŸ ููŠููƒุดูŽู ุงู„ุญุฌุงุจุŒ ููŠู†ุธุฑูˆู† ุฅู„ูŠู‡ุŒ ููˆุงู„ู„ู‡ู ู…ุง ุฃุนุทุงู‡ูู… ุงู„ู„ู‡ู ุดูŠุฆุงู‹ ุฃุญุจูŽู‘ ุฅู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุงู„ู†ุธุฑ ุฅู„ูŠู‡ุŒ ูˆู„ุง ุฃู‚ุฑูŽู‘ ู„ุฃูŽุนูŠู†ู‡ู…)).

Dari Shuhaib bin Sinaan, ia berkata : Telah bersabda Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œApabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, berserulah seorang penyeru : โ€˜Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian mempunyai janji di sisi Allah yang Ia ingin tunaikan kepada kalianโ€™. Mereka berkata : โ€˜Apakah itu ? Bukankah Allah telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memutihkan wajah-wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari api neraka ?โ€™. Maka disingkapkanlah hijab, lalu mereka melihat-Nya. Maka demi Allah, tidak ada sesuatupun yang Allah berikan kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka dan lebih menyenangkan mereka daripada melihat kepada wajah-Nyaโ€.[28]

Kedudukan Penduduk Surga Paling Rendah dan Paling Tinggi

ุนู† ู…ุบูŠุฑุฉ ุจู† ุดูุนุจุฉ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุณุฃู„ ู…ูˆุณู‰ ุฑุจู‡: ู…ุง ุฃุฏู†ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ู…ู†ุฒู„ุฉุŸ ู‚ุงู„: ู‡ูˆ ุฑุฌู„ ูŠุฌูŠุก ุจุนุฏ ู…ุง ุฃุฏุฎู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุงู„ุฌู†ุฉ ููŠู‚ุงู„ ู„ู‡: ุงุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ . ููŠู‚ูˆู„ ุฃูŠ ุฑุจ ! ูƒูŠูุŸ ูˆู‚ุฏ ู†ุฒู„ ุงู„ู†ุงุณ ู…ู†ุงุฒู„ู‡ู… ูˆุฃุฎุฐูˆุง ุฃุฎุฐุงุชู‡ู…ุŸ ููŠู‚ุงู„ ู„ู‡: ุฃุชุฑุถู‰ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู„ูƒ ู…ุซู„ ู…ู„ูƒ ู…ู„ูƒ ู…ู† ู…ู„ูˆูƒ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŸ ููŠู‚ูˆู„: ุฑุถูŠุชุŒ ุฑุจ! ููŠู‚ูˆู„: ู„ูƒ ุฐู„ูƒ ูˆู…ุซู„ู‡ ูˆู…ุซู„ู‡ ูˆู…ุซู„ู‡ ูˆู…ุซู„ู‡. ูู‚ุงู„ ููŠ ุงู„ุฎุงู…ุณุฉ: ุฑุถูŠุชุŒ ุฑุจ! ููŠู‚ูˆู„: ู‡ุฐุง ู„ูƒ ูˆุนุดุฑุฉ ุฃู…ุซุงู„ู‡. ูˆู„ูƒ ู…ุง ุงุดุชู‡ุช ู†ูุณูƒ ูˆู„ุฐุช ุนูŠู†ูƒ. ููŠู‚ูˆู„: ุฑุถูŠุชุŒ ุฑุจ! ู‚ุงู„: ุฑุจ! ูุฃุนู„ุงู‡ู… ู…ู†ุฒู„ุฉุŸ ู‚ุงู„: ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ุฐูŠู† ุฃุฑุฏุช ุบุฑุณุช ูƒุฑุงู…ุชู‡ู… ุจูŠุฏูŠ. ูˆุฎุชู…ุช ุนู„ูŠู‡ุง. ูู„ู… ุชุฑ ุนูŠู† ูˆู„ู… ุชุณู…ุน ุฃุฐู† ูˆู„ู… ูŠุฎุทุฑ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุจุดุฑ)).

Dari Mughiirah bin Syuโ€™bah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œMusa pernah bertanya kepada Rabbnya : โ€˜Siapakah yang termasuk penduduk surga paling rendah kedudukannya ?โ€™. Allah berfirman : โ€˜Ia adalah laki-laki yang datang setelah penduduk surga dimasukkan ke dalam surga. Dikatakan kepadanya : โ€˜Masuklah ke dalam surgaโ€™. Laki-laki tersebut berkata : โ€˜Wahai Rabbku bagaimana caranya ?. Semuanya telah menempati tempatnya masing-masing dan mengambil bagiannyaโ€™. Dikatakan kepadanya : โ€˜โ€™Apakah engkau ridla jika diberikan kepadamu apa-apa yang dimiliki oleh seorang raja di antara raja-raja dunia ?โ€™. Ia berkata : โ€˜Ya, aku ridlaโ€™ wahai Rabbku!. Allah berfirman : โ€˜Bagimu yang semisalnya, yang semisalnya, yang semisalnya, dan yang semisalnyaโ€™. Dan ia berkata untuk yang kelima kalinya : โ€˜Aku ridla wahai Rabbku!โ€™. Allah kembali berfirman : โ€˜Ini bagimu sepuluh kali lipatnya. Dan bagimu pula segala apa yang diinginkan jiwamu dan yang menyenangkan pandanganmuโ€™. Ia berkata : โ€˜Aku ridla, wahai Rabbkuโ€™. Musa bertanya : โ€˜Wahai Rabb, siapakah orang yang mempunyai kedudukan paling tinggi ?โ€™. Allah berfirman : โ€˜Mereka adalah orang-orang yang aku pilih. Aku menanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan Aku tutup dengannya. Kenikmatan itu tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas oleh jiwa manusiaโ€.[29]

Ketahuilah โ€“ wahai hamba Allah โ€“ bahwa para penghuni surga adalah orang-orang yang merasa takut kepada Allah. Rasa takut yang mendorong kpada kebaikan dan mencegah dari setiap kemunkaran. Perasaan ini yang menyingkirkan segenap rintangan dan menyingkap tirai. Dan hati melebur di hadapan Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Rasa takut inilah yang membuat ibadah dan amal menjadi ikhlash, bersih dari noda-noda riyaโ€™ dan syirik di setiap gambarannya.

Maka orang yang takut kepada Rabbnya dengan benar, tidak kuasa untuk memberikan tempat di hatinya untuk tidak ikhlash kepada Allah. Dia tahu bahwa Allah akan menolak setiap amal yang juga diberikan kepada selain-Nya. Allah adalah sekutu yang paling tidak membutuhkan kepada penyekutuan. Amalan itu harus ikhlash untuk-Nya. Kalau tidak, niscaya Dia tidak akan menerimanya. Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda :

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ู ุชุนูŽู„ู‰ : ุฃู†ุง ุฃุบู†ูŽู‰ ุงู„ุดูู‘ุฑูƒุงุก ุนู† ุงู„ุดุฑูƒุŒ ู…ูŽู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุงู‹ ุฃุดุฑูƒูŽ ููŠู‡ ู…ุนูŠูŽ ุบูŠุฑูŠุ› ุชุฑูƒุชูู‡ ูˆุดุฑูƒูŽู‡

โ€œAllah taโ€™ala berfirman : โ€˜Aku adalah sekutu yang paling yang tidak butuh kepada penyekutuan. Barangsiapa yang beramal dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia dan penyekutuannyaโ€.[30]

Maka penduduk surga adalah orang-orang yang bertaqwa, takut, lagi mendekatkan diri kepada Allah. Allah โ€˜azza wa jalla tidak akan menggabungkan dua rasa takut pada satu jiwa, yaitu takut kepada dunia dan takut kepada-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa yang takut kepada-Nya di dunia, niscaya Allah akan memberikan rasa aman kepadanya di hari akhirat. Dan bersamaan rasa aman di tempat yang mengerikan, juga diberikan rasa dekat dan pemuliaan.[31]

Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda :

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ู ุนุฒูŽู‘ ูˆุฌู„ูŽู‘ : ู„ุง ุฃุฌู…ุนู ุนู„ู‰ ุนุจุฏููŠ ุฎูŽูˆููŽูŠูู†ูุŒ ูˆู„ุง ุฃุฌู…ุนู ู„ู‡ ุฃูŽู…ู†ูŽูŠู†ุŒ ูุฅูู†ู’ ุฃู…ูู†ูŽู†ูŠ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุงุ› ุฃุฎูุชูู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ูˆุฅู† ุฎุงูู†ูŠ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุงุ› ุฃู…ู†ุชูู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ.

โ€œAllah โ€˜azza wa jalla berfirman : โ€˜Aku tidak akan menghimpun dua rasa taku pada hamba-Ku dan tidak pula menghimpun baginya dua rasa aman. Apabila ia merasa aman dari-Ku di dunia, maka aku memberikannya rasa takut di hari kiamat. Apabila ia takut kepada-Ku di dunia, akan Aku beri rasa aman kepadanya di hari kiamatโ€.[32]

[Asy-Syaikh โ€˜Aliy bin Hasan Al-Halabiy Al-Atsariy โ€“ Al-Jannah, Naโ€™iimuhaa wath-Thariiqu Ilaihaa, hal. 13-24 โ€“ Muntadayaatu Kullil-Salafiyyiin โ€“ http://www.kulalsalafiyeen.com โ€“ http://abul-jauzaa.blogspot.com].

 


[17] Al-Yaumul-Aakhir fii Dhilaalil-Qurโ€™aan, hal. 321-322 โ€“ dengan perubahan.

[18] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[19] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 2119.

[20] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[21] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[22] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[23] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[24] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 5523.

[25] Diriwayatkan oleh Muslim.

[26] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[27] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 3260.

[28] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 535. Lihat Syarh Al-โ€˜Aqiidah Ath-Thahaawiyyah hal. 144 dan Mawaaridudh-Dhamโ€™aan li-Duruusiz-Zamaan 4/131-136.

[29] Diriwayatkan oleh Muslim.

[30] Diriwayatkan oleh Muslim.

[31] Al-Yaumul-Aakhir fii Dhilaalil-Qurโ€™an hal. 332-333.

[32] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 4208.

Sifat-sifat Surga [1]

0

Sifat-Sifat Surga dalam As-Sunnah Ash-Shahiihah [1]

 

Orang yang Pertama Kali Masuk ke dalam Surga

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนุจู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุขุชูŠ ุจูŽุงุจ ุงู„ุฌู†ุฉู ูŠูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉู ูุฃุณุชูุชูุญุŒ ููŠู‚ูˆู„ู ุงู„ุฎุงุฒู†ู : ู…ูŽู† ุฃูŽู†ุชูŽ ุŸ ูุฃู‚ูˆู„ู : ู…ุญู…ุฏูŒุŒ ููŠู‚ูˆู„ู : ุจูƒูŽ ุฃูู…ุฑุชู ู„ุง ุฃูุชุญู ู„ุฃุญุฏู ู‚ุจู„ูŽูƒูŽ)).

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œAku akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar dibukakan. Penjaga pintu bertanya : โ€˜Siapakah engkau ?โ€™. Aku menjawab : โ€˜Aku adalah Muhammadโ€™. Ia berkata : โ€˜Hanya denganmu aku diperintahkan (agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummuโ€.[1]

ุนู† ุญูุฐูŠูุฉูŽ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ูˆูŽู„ูŽุฏู ุขุฏูŽู…ูŽ ูƒู„ูู‘ู‡ูู… ุชุญุชูŽ ู„ูˆุงุฆูŠ ูŠูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉูุŒ ูˆุฃู†ุง ุฃูˆู„ู ู…ูŽู† ูŠููุชูŽุญ ู„ู‡ ุจุงุจู ุงู„ุฌู†ุฉู)).

Dari Hudzaifah ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa aalihi sallam : โ€œSemua anak Adam di bawah benderaku/panjiku kelak di hari kiamat. Dan aku adalah orang yang pertama kali dibukakan pintu surgaโ€.[2]

Sifat Rombongan yang Pertama Kali Masuk Surga

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… : ((ุฅู† ุฃูˆู„ ุฒูู…ุฑุฉู ูŠุฏุฎู„ูˆู† ุงู„ุฌู†ุฉ ุนู„ู‰ ุตูˆุฑุฉ ุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฏุฑุŒ ูˆุงู„ุฐูŠู† ูŠู„ูˆู†ู‡ู… ุนู„ู‰ ุฃุดุฏูู‘ ูƒูˆูƒุจู ุฏูุฑูู‘ูŠูู‘ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุกู ุฅุถุงุกุฉู‹ุŒ ู„ุง ูŠุจูˆู„ูˆู†ูŽุŒ ูˆู„ุง ูŠุชุบูˆูŽู‘ุทูˆู†ูŽุŒ ูˆู„ุง ูŠุชู…ุฎุทูˆู†ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชูู„ูˆู†ุŒ ุฃู…ุดุงุทู‡ู… ุงู„ุฐู‡ุจุŒ ูˆุฑุดุญู‡ู… ุงู„ู…ุณูƒุŒ ูˆู…ุฌุงู…ุฑู‡ู… ุงู„ุฃู„ูˆูŽู‘ุฉุŒ ูˆุฃุฒูˆุงุฌู‡ู… ุงู„ุญููˆุฑ ุงู„ุนููŠู†ุŒ ุฃุฎู„ุงู‚ู‡ู… ุนู„ู‰ ุฎู„ู‚ู ุฑุฌู„ู ูˆุงุญุฏูุ› ุนู„ู‰ ุตูˆุฑุฉู ุฃุจูŠู‡ู… ุขุฏู…ูŽ : ุณุชูˆู† ุฐุฑุงุนุงู‹ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œSesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga dalam rupa seperti bulan purnama. Adapun rombongan setelah mereka dalam rupa bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Tidaklah mereka buang air kecil, buang air besar, beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka adalah misk (minyak wangi), mijmar (wadah minyak wangi) mereka adalah kayu gaharu India, istri-istri mereka adalah para bidadari, dan bentuk tubuh mereka semua sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam sepanjang enam puluh hasta menjulang ke langitโ€.[3]

Pintu-Pintu Surga

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ู…ูŽู† ุฃู†ููŽู‚ูŽ ุฒูˆุฌูŠู† ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ุ› ู†ูˆุฏูŠ ู…ูู† ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฌู†ุฉ : ูŠุง ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡! ู‡ุฐุง ุฎูŠุฑูŒุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒุงู† ู…ูู† ุฃู‡ู„ู ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฏูุนูŠ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ูˆู…ู† ูƒุงู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ุฏูุนูŠ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุฌู‡ุงุฏุŒ ูˆู…ู† ูƒุง ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุตูŠุงู… ุฏูุนูŠ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุฑูŠูŽู‘ุงู†ุŒ ูˆู…ู† ูƒุงู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุฏูุนูŠ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุตุฏู‚ุฉ))ุŒ ูู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุงู„ุตุฏูŠู‚ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุจุฃุจูŠ ุฃู†ุช ูˆุฃู…ูŠ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡! ู…ุง ุนู„ู‰ ู…ูŽู† ุฏูุนูŠ ู…ู† ุชู„ูƒ ุงู„ุฃุจูˆุงุจ ู…ูู† ุถุฑูˆุฑุฉุ› ูู‡ู„ ูŠูุฏุนู‰ ุฃุญุฏูŒ ู…ู† ุชู„ูƒ ุงู„ุฃุจูˆุงุจ ูƒู„ูู‘ู‡ุง : ู‚ุงู„ : ((ู†ุนู…ุŒ ูˆุฃุฑุฌูˆ ุฃู† ุชูƒูˆู†ูˆู†ูŽ ู…ู†ู‡ู…)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œBarangsiapa yang menginfakkan hartanya (budak, kuda, atau onta) di jalan Allah, niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga : โ€˜Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk orang yang giat mengerjakan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk orang yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyaan. Dan barangsiapa termasuk orang yang gemar bershadaqah, maka ia akan dipanggil dari pintu shadaqahโ€. (Mendengar itu) Abu Bakr Ash-Shiddiiq radliyallaahu โ€˜anhu berkata : โ€œDemi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, sungguh tidak ada kesedihan sedikitpun bagi orang yang dipanggil oleh pintu-pintu tersebut. (Namun) apakah ada seorang yang dipanggil oleh semua pintu tersebut ?โ€. Beliau menjawab : โ€œYa ada, dan aku berharap engkau salah seorang di antaranyaโ€.[4]

ุนู† ุณู‡ู„ ุจู† ุณุนุฏ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ุซู…ุงู†ูŠุฉู ุฃุจูˆุงุจูุŒ ู…ู†ู‡ุง ุจุงุจูŒ ูŠูุณู…ูŽู‘ู‰ ุงู„ุฑูŠูŽู‘ุงู† ู„ุง ูŠุฏุฎู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุตุงุฆู…ูˆู†)).

Dari Sahl bin Saโ€™d ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œDalam surga ada delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan Ar-Rayyaan yang tidak akan dimasuki kecuali orang-orang yang berpuasaโ€.[5]

Tidak Ada Kematian di dalam Surga

ุนู† ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง โ€“ ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฌู†ุฉู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ูŠู†ุงุฏููŠ ู…ูู†ุงุฏู : ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูƒู… ุฃู† ุชุญูŠูŽูˆุง ูู„ุง ุชู…ูˆุชูˆุง ุฃุจุฏุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ู„ูƒู… ุฃู† ุชุตุญูู‘ูˆุง ูู„ุง ุชุณู‚ู…ูˆุง ุฃุจุฏุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ู„ูƒู… ุฃู† ุชุดุจูู‘ูˆุง ูู„ุง ุชู‡ุฑู…ูˆุง ุฃุจุฏุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ู„ูƒู… ุฃู†ู’ ุชูู†ุนู…ูˆุง ูู„ุง ุชุจุฃุณูˆุง ุฃุจุฏุงู‹)).

Dari Abu Saโ€™iid dan Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhumaa : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallambersabda : โ€œApabila penduduk surga telah memasuki surga, maka seorang penyeru menyerukan : โ€˜Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selamanya, akan tetap sehat dan tidak akan sakit selamanya, akan tetap muda dan tidak akan menjadi tua selamanya, serta akan tetap mendapat kenikmatan dan tidak akan mendapatkan kesusahan selamanyaโ€.[6]

Berbagai Macam Kedudukan dan Tingkatan dalam Surga

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ู…ูŽู† ุขู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ูˆุฃู‚ุงู… ุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ูˆุตุงู… ุฑู…ุถุงู†ุ› ูƒุงู† ุญู‚ุงู‹ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠูุฏุฎู„ูŽู‡ ุงู„ุฌู†ุฉุ› ู‡ุงุฌุฑูŽ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฃูˆ ุฌู„ุณ ููŠ ุฃุฑุถู‡ ุงู„ุชูŠ ูˆูู„ุฏ ููŠู‡ุง))ุŒ ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡! ุฃูู„ุง ู†ูู†ุจูุฆู ุงู„ู†ุงุณูŽ ุจุฐู„ูƒ ุŸ ู‚ุงู„ : ((ุฅู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู…ุฆุฉูŽ ุฏุฑุฌุฉู ุฃุนุฏูŽู‘ู‡ุง ุงู„ู„ู‡ู ู„ู„ู…ุฌุงู‡ุฏูŠู† ููŠ ุณุจูŠู„ู‡ุŒ ูƒู„ ุฏุฑุฌุชูŠู† ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุจูŠู† ุงู„ุณู…ุงุก ูˆุงู„ุฃุฑุถุŒ ูุฅุฐุง ุณุฃู„ุชูู… ุงู„ู„ู‡ูŽ ูุณู„ููˆู‡ู ุงู„ูุฑุฏูˆุณูŽ ุงู„ุฃุนู„ู‰ุ› ูุฅู†ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽูˆุณุทู ุงู„ุฌู†ุฉู ูˆุฃุนู„ู‰ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆููˆู‚ู‡ ุนุฑุดู ุงู„ุฑุญู…ู†ุŒ ูˆู…ู†ู‡ ุชููุฌุฑ ุฃู†ู‡ุงุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : โ€œBarangsiapa yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia dilahirkanโ€. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?โ€. Beliau bersabda :โ€œSesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah โ€˜Arsy Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalirโ€.[7]

Penduduk Surga dan Sifat-Sifatnya

ุนู† ู…ุนุงุฐ ุจู† ุฌุจู„ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ูŠุฏุฎู„ู ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฌู†ุฉู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ุฌูุฑุฏุงู‹ ู…ูุฑุฏุงู‹ ูƒุฃู†ู‡ู… ู…ููƒุญูŽู‘ู„ูˆู†ุŒ ุฃุจู†ุงุก ุซู„ุงุซูŠู† ุฃูˆ ุซู„ุงุซ ูˆุซู„ุงุซูŠู† ุณู†ุฉ)).

Dari Muโ€™aadz bin Jabal radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Nabishallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œAkan masuk sekelompok orang ke dalam surga dalam keadaan rambut mereka pendek lagi jarang, seakan-akan mata mereka bercelak. Usia mereka tiga puluh atau tiga puluh tiga tahunโ€.[8]

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ูŠุฏุฎู„ู ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ุฃู‚ูˆุงู…ูŒ ุฃูุฆุฏุชู‡ู… ู…ุซู„ู ุฃูุฆุฏุฉู ุงู„ุทูŽู‘ูŠุฑ)).

Daru Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œAkan masuk ke dalam surga satu kaum yang hati mereka seperti hati seekor burungโ€.[9]

ูˆุนู† ุฃู†ุณ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ูŠูุนุทู‰ ุงู„ู…ุคู…ู†ู ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู‚ูˆุฉ ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง ู…ูู† ุงู„ุฌู…ุงุน))ุŒ ู‚ูŠู„ : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡! ุฃูˆ ูŠุทูŠู‚ ุฐู„ูƒ ุŸ ู‚ุงู„ : ((ูŠูุนุทู‰ ู‚ูˆุฉ ู…ุฆุฉ)).

Dan dari Anas radliyallaahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : โ€œSeorang mukmin akan diberi kemampuan sekian dan sekian, yaitu dalam hal jimaโ€™โ€. Dikatakan : โ€œWahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya ?โ€ Beliau bersabda : โ€œIa diberikan kemampuan semisal seratus orang lak-lakiโ€.[10]

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ู…ูŽู† ูŠุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉูŽ ูŠู†ุนู… ูˆู„ุง ูŠุจุฃุณุŒ ูˆู„ุง ุชูŽุจู„ู‰ ุซูŠุงุจูู‡ูุŒ ูˆู„ุง ูŠูŽู†ูู‰ ุดุจุงุจูู‡)).

Dan dari Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam :โ€œBarangsiapa yang masuk surga, ia akan diberikan kenikmatan tanpa ada kesusahan, tidak menjadi usang/lusuh baju (yang dipakainya), dan tidak pula hilang kebugarannyaโ€.[11]

Wanita Penduduk Surga

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ู„ุฑูˆุญุฉ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฃูˆ ุบุฏูˆุฉุŒ ุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุงุŒ ูˆู„ู‚ุงุจ ู‚ูˆุณ ุฃุญุฏูƒู… ู…ู† ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ุฃูˆ ู…ูˆุถุน ู‚ูŠุฏ โ€“ ูŠุนู†ูŠ ุณูˆุทู‡ โ€“ ุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุงุŒ ูˆู„ูˆ ุฃู† ุงู…ุฑุฃุฉ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุงุทู„ุนุช ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฃุฑุถ ู„ุฃุถุงุกุช ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุงุŒ ูˆู„ู…ู„ุฃุชู‡ ุฑูŠุญุงุŒ ูˆู„ู†ุตูŠูู‡ุง ุนู„ู‰ ุฑุฃุณู‡ุง ุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุง)).

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œBerangkat pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan sungguh, satu jarak busur kalian di surga atau tempat kait โ€“ yaitu di bagian tengahnya โ€“ lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan apabila wanita penduduk surga (bidadari) menampakkan diri kepada penduduk dunia, niscaya cahaya tubuhnya akan menerangi antara keduanya; serta bumi akan dipenuhi oleh keharuman baunya. Dan sungguh, penutup kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan seisinyaโ€.[12]

ูˆุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูŽ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ : ุฃู† ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ุงู„ : ((ุฅูู†ูŽู‘ ุฃุฒูˆุงุฌ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉู ู„ูŽูŠูุบูŽู†ูู‘ูŠู†ูŽ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ู†ูŽู‘ ุจุฃุญุณู† ุฃุตูˆุงุชู ู…ุง ุณู…ุนู‡ุง ุฃุญุฏูŒู ู‚ุทุŒ ุฅู† ู…ู…ุง ูŠูุบู†ูู‘ูŠู† :
((ู†ุญู† ุงู„ุฎูŠูู‘ุฑุงุช ุงู„ุญูุณุงู†)) ((ุฃุฒูˆุงุฌ ู‚ูˆู… ูƒูุฑุงู…))
((ูŠู†ุธุฑูˆู†ูŽ ุจูู‚ุฑูŽู‘ุฉ ุฃุนูŠุงู†))
ูˆุฅู† ู…ู…ุง ูŠูุบู†ูู‘ูŠู†ูŽ ุจู‡ :
((ู†ุญู† ุงู„ุฎุงู„ุฏุงุช ูŠู…ุชู†ู‡)) ((ู†ุญู† ุงู„ุขู…ูู†ุงุชู ูู„ุง ูŠุฎูู†ู‡))
((ู†ุญู† ุงู„ู…ู‚ูŠู…ุงุช ูู„ุง ูŠุธุนู†ู‡)).

Dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar radliyallaahu โ€˜anhu : Bahwasannya Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : โ€œSesungguhnya istri-istri penduduk surga mendendangkan untuk para suami mereka dengan suara yang sangat indah/merdu yang tidak pernah didengar seorangpun (di dunia). Di antara yang mereka dendangkan adalah :

โ€˜Kami adalah para wanita yang cantik jelita,

istri orang-orang yang mulia,

Kami melihat dengan mata yang indahโ€™

Dan juga diantara yang mereka dendangkan :

โ€˜Kami adalah para wanita yang kekal dan tidak akan mati,

kami adalah wanita yang aman tanpa ada takut

Kami adalah para wanita yang menetap dan tidak akan pindahโ€.[13]

Makanan dan Minuman Penduduk Surga

ุนู† ุฌุงุจุฑ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ูŠูŽุฃูƒูู„ู ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฌู†ุฉู ููŠู‡ุง ูˆูŠุดุฑุจูˆู†ูŽุŒ ูˆู„ุง ูŠุชุบูˆูŽู‘ุทูˆู†ูŽุŒ ูˆู„ุง ูŠู…ุชุฎูุทูˆู†ุŒ ูˆู„ุง ูŠุจูˆู„ูˆู†ุŒ ูˆู„ูƒู† ุทุนุงู…ูู‡ู… ุฐุงูƒ ุฌูุดุงุกูŒ ูƒูŽุฑูŽุดุญู ุงู„ู…ูุณูƒุŒ ูŠูู„ู‡ูŽู…ูˆู† ุงู„ุชุณุจูŠุญ ูƒู…ุง ูŠูู„ู‡ูŽู…ูˆู† ุงู„ู†ูุณ)).

Dari Jaabir radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullahshallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œPenduduk surga makan dan minum di dalamnya, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak pula buang air kecil. Namun makanan mereka itu adalah sendawa yang baunya seperti percikan misk. Mereka diilhami untuk bertasbih sebagaimana mereka diilhami untuk bernapasโ€.[14]

ูˆุนู† ู…ุนุงูˆูŠุฉ ุจู† ุญูŽูŠุฏุฉ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ุฅูู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ู’ุฌู†ุฉู : ุจูŽุญุฑ ุงู„ู…ุงุกุŒ ูˆุจุญุฑ ุงู„ุนูŽุณู„ุŒ ูˆุจุญุฑ ุงู„ู„ุจูŽู†ุŒ ูˆุจุญุฑ ุงู„ุฎู…ุฑูุŒ ุซู… ุชุดู‚ู‚ู ุงู„ุฃู†ู‡ุงุฑู ุจุนุฏ)).

Dan dari Muโ€™aawiyyah bin Haidah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œSesungguhnya di surga terdapat lautan air, lautan madu, lautan susu, dan lautan khamr; dan kemudian bercabang menjadi sungai-sungaiโ€.[15]

ูˆุนู† ุฃู†ุณ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠูู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ : ((ู‡ู„ ุชุฏุฑูˆู† ู…ุง ุงู„ูƒูŽูˆุซูŽุฑุŸ ู‡ูˆ ู†ู‡ุฑูŒ ุฃุนุทุงู†ูŠู‡ู ุฑุจูู‘ูŠ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ุนู„ูŠู‡ ุฎูŠุฑูŒ ูƒุซูŠุฑูŒุŒ ุชูŽุฑูุฏู ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุชูŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ุขู†ููŠูŽู‘ุชูู‡ู ุนุฏุฏ ุงู„ูƒูˆุงูƒุจุŒ ูŠุฎุชู„ุฌู ุงู„ุนุจุฏู ู…ู†ู‡ู… ูุฃู‚ูˆู„ู : ูŠุง ุฑุจูู‘ ุฅู†ู‡ ู…ูู† ุฃู…ุชูŠุŒ ููŠูู‚ุงู„ : ุฅู†ูƒ ู„ุง ุชุฏุฑูŠ ู…ุง ุฃุญุฏุซูˆุง ุจุนุฏูƒูŽ)).

Dan dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa aalihi wa sallam : โ€œApakah kalian mengetahui apa itu Al-Kautsar ? Ia adalah sungai yang diberikan oleh Rabb-ku di surga. Padanya terdapat kebaikan yang sangat banyak. Umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat. Bejananya sebanyak bintang. Ada seorang hamba yang menjauh, lalu aku katakan : โ€˜Wahai Rabbku, sesungguhnya ia termasuk umatkuโ€™. Maka dikatakan : โ€˜Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang telah mereka ada-adakan sepeninggalmuโ€.[16]

 


[1] Diriwayatkan oleh Muslim no. 188.

[2] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 6995.

[3] Muttafaqun โ€˜alaihi.

[4] Muttafaqun โ€˜alaih.

[5] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.

[6] Diriwayatkan oleh Muslim.

[7] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy. Lihat dalam Manaazilul-Jannah โ€“ juga โ€“ Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 7873.

[8] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 7928.

[9] Yaitu dalam hal kelembutan, ketakutan, dan kehormatan.Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 7924.

[10] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 7962.

[11] Diriwayatkan oleh Muslim.

[12] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.

[13] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 1557.

[14] Diriwayatkan oleh Muslim.

[15] Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 2118.

[16]Shahiihul-Jaamiโ€™ no. 6904.

[sumber: ย http://abul-jauzaa.blogspot.com]

Mengadukan Kesusahan Hanya kepada Allah

0

Mengadukan Kesusahan Hanya kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุฃุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ููŽุงู‚ูŽุฉูŒ ููŽุฃู†ู’ุฒูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุจุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽู…ู’ ุชูุณูŽุฏู‘ูŽ ููŽุงู‚ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃู†ู’ุฒูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุจุงู„ู„ู‡ู ุŒ ููŽูŠููˆุดููƒู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูุฑูุฒู’ู‚ู ุนูŽุงุฌูู„ู ุฃูŽูˆู’ ุขุฌูู„ู

โ€œBarangsiapa ditimpa kesusahan (kefakiran dan kebutuhan), lalu ia mengadukannya kepada manusia, maka tidak akan tertutupi kesusahannya, dan barangsiapa yang mengadukannya kepada Allah, maka pasti Allah akan memberi rezeki kepadanya, cepat atau lambat.โ€ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dan ini adalah lafaz At-Tirmidzi dari Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallaahuโ€™anhu, Shahihut Targhib: 838]

Dalam lafaz yang lebih shahih,

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ููŽุงู‚ูŽุฉูŒ ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽู…ู’ ุชูุณูŽุฏู‘ูŽ ููŽุงู‚ูŽุชูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ุดูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ุฅูู…ู‘ูŽุง ุจูู…ูŽูˆู’ุชูุนูŽุงุฌูู„ู ุฃูŽูˆู’ ุบูู†ู‹ู‰ ุนูŽุงุฌูู„ู

โ€œBarangsiapa yang ditimpa kesusahan (kefakiran dan kebutuhan), lalu ia mengadukannya kepada manusia maka tidak akan tertutupi kesusahannya, dan barangsiapa mengadukannya kepada Allah maka tidak lama Allah akan mencukupinya, apakah dengan kematian yang dekat atau kecukupan yang dekat.โ€ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ibnu Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu, Shahih Abi Daud: 1452, Ash-Shahihah: 2787]

 

Penjelasan Makna Hadits:

Al-Imam Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,

ู„ูŽู…ู’ ุชูุณูŽุฏู‘ูŽ ููŽุงู‚ูŽุชูู‡ู ุฃูŽูŠู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูู‚ู’ุถูŽ ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูุฒูŽู„ู’ ููŽุงู‚ูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูุณูŽุฏู‘ู ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง

โ€œTidak akan tertutupi kesusahannya, maknanya adalah tidak akan terpenuhi kebutuhannya dan tidak akan berakhir kesusahannya, dan setiap kali kebutuhannya terpenuhi maka ia akan tertimpa kesusahan yang lebih parah.โ€ [Tuhfatul Ahwadzi, 6/111]

Asy-Syaikh Al-โ€˜Allamah Al-Albani rahimahullah berkata,

ูู…ุง ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡: โ€œุฅู…ุง ุจู…ูˆุชุนุงุฌู„ุŒ ุฃูˆ ุบู†ู‰ ุนุงุฌู„โ€ุŸ ูุฃู‚ูˆู„: ู„ู… ุฃู‚ู ุนู„ู‰ ูƒู„ุงู… ุดุงู ููŠ ุฐู„ูƒ ู„ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุกุŒูˆ ุฃุฌู…ุน ู…ุง ู‚ูŠู„ ููŠู‡ ู…ุง ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ูˆุฏ ุงู„ุณุจูƒูŠ ููŠ โ€œุงู„ู…ู†ู‡ู„ ุงู„ุนุฐุจโ€ (9 / 283) ู‚ุงู„: ุฅู…ุง ุจู…ูˆุช ู‚ุฑูŠุจ ู„ู‡ ุบู†ูŠุŒ ููŠุฑุซู‡ุŒ ุฃูˆ ุจู…ูˆุช ุงู„ุดุฎุต ู†ูุณู‡ุŒ ููŠุณุชุบู†ูŠ ุนู† ุงู„ู…ุงู„ุŒ ุฃูˆ ุจุบู†ู‰ ูˆ ูŠุณุงุฑ ูŠุณูˆู‚ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ูŠู‡ ู…ู† ุฃูŠ ุจุงุจ ุดุงุกุŒ ูู‡ูˆ ุฃุนู… ู…ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุŒ ูˆู…ุตุฏุงู‚ู‡ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ูˆ ู…ู† ูŠุชู‚ ุงู„ู„ู‡ ูŠุฌุนู„ ู„ู‡ ู…ุฎุฑุฌุง ูˆ ูŠุฑุฒู‚ู‡ ู…ู† ุญูŠุซ ู„ุง ูŠุญุชุณุจ

โ€œMaka apakah makna ucapan beliau, โ€œApakah dengan kematian yang dekat atau kecukupan yang dekatโ€? Aku katakan: Aku belum mendapati penjelasan yang memuaskan dari seorang ulama pun tentang itu, dan yang paling mencakup dalam menjelaskannya adalah apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Mahmud As-Subki dalam Al-Minhal Al-โ€˜Adzbu (9/283), beliau berkata, โ€œApakah dengan kematian kerabatnya yang dekat lagi kaya lalu ia mewarisi hartanya, atau ia sendiri yang mati (dalam kebaikan) sehingga ia tidak lagi membutuhkan harta, atau dengan suatu kekayaan atau kemudahan yang Allah berikan kepadanya dengan cara apa saja sesuai kehendak-Nya, dan yang terakhir ini lebih umum dari yang sebelumnya, hal ini didukung dengan firman Allah taโ€™ala,

ย ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู

ย โ€œBarang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.โ€ (Ath-Tholaq: 2-3).โ€ [Ash-Shahihah, 6/676]

Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad hafizhahullah berkata,

ุฃูŠ: ุฅุฐุง ุงุนุชู…ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุนูˆู„ ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูˆุบูู„ ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุณุฏ ูุงู‚ุชู‡. ูˆุงู„ูุงู‚ุฉ: ู‡ูŠ ุงู„ูู‚ุฑ ูˆุดุฏุฉ ุงู„ุญุงุฌุฉุŒ ูุฅุฐุง ุนูˆู„ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุตู„ ู„ู‡ ู…ุง ูŠุฑูŠุฏุ› ู„ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุงุนุชู…ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุชูุฑูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆุฃู…ุง ุฅุฐุง ุงุนุชู…ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูŠู‡ูŠุฆ ู„ู‡ ุงู„ุฑุฒู‚ ู…ู† ุญูŠุซ ู„ุง ูŠุญุชุณุจ ูƒู…ุง ู‚ุงู„: ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง * ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณู’ุจูู‡ู [ุงู„ุทู„ุงู‚:2-3]ุŒ ุฃูŠ: ูƒุงููŠู‡

โ€œMaknanya adalah, apabila ia bergantung dan bersandar kepada manusia dan lupa kepada Allah โ€˜azza wa jalla maka tidak akan tertutupi kesusahannya. Dan kesusahan yang dimaksud di sini adalah kefakiran (kemiskinan) dan sangat butuh, maka apabila seseorang bersandar kepada manusia, tidak akan tercapai apa yang ia inginkan, karena jika ia bersandar kepada manusia maka ia akan dibiarkan (oleh Allah) kepada manusia (sebagai hukuman atasnya), adapun jika ia bersandar kepada Allah maka Allah akan menyediakan baginya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka, sebagaimana firman Allah taโ€™ala

ย ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณู’ุจูู‡ู

โ€œBarang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.โ€(Ath-Tholaq: 2-3) Makudnya Allah yang mencukupinya.โ€ [Syarhu Sunan Abi Daud, 9/74, Asy-Syamilah]

Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahumullah berkata,

ูู…ู† ุชุนู„ู‚ ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุฃู†ุฒู„ ุญูˆุงุฆุฌู‡ ุฅู„ูŠู‡ ูˆุงู„ุชุฌุฃ ุฅู„ูŠู‡ ูˆููˆุถ ุฃู…ุฑู‡ ุฅู„ูŠู‡ ูˆูƒูุงู‡ ูˆู‚ุฑุจ ุฅู„ูŠู‡ ูƒู„ ุจุนูŠุฏ ูˆูŠุณุฑ ู„ู‡ ูƒู„ ุนุณูŠุฑ ูˆู…ู† ุชุนู„ู‚ ุจุบูŠุฑู‡ ุฃูˆ ุณูƒู† ุฅู„ู‰ ุฑุฃูŠู‡ ูˆุนู‚ู„ู‡ ูˆุฏูˆุงุฆู‡ ูˆุชู…ุงุฆู…ู‡ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ูˆูƒู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ูˆุฎุฐู„ู‡ ูˆู‡ุฐุง ู…ุนุฑูˆู ุจุงู„ู†ุตูˆุต ูˆุงู„ุชุฌุงุฑุจ ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูˆู…ู† ูŠุชูˆูƒู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูู‡ูˆ ุญุณุจู‡

โ€œMaka barangsiapa yang bergantung kepada Allah taโ€™ala, memohon hajat-hajatnya kepada-Nya, bersandar kepada-Nya, memasrahkan urusannya kepada-Nya niscaya Allah taโ€™ala akan mencukupinya, mendekatkan baginya setiap yang jauh, memudahkan baginya semua yang sulit.

Dan barangsiapa yang bergantung kepada selain-Nya atau lebih tenang (ketika bersandar) kepada pendapatnya, akalnya, obatnya, jimat-jimatnya dan yang semisalnya maka Allah taโ€™ala jadikan dia bergantung kepada makhluk-makhluk tersebut dan Allah taโ€™ala akan menghinakannya. Dan ini sudah dimaklumi berdasarkan dalil-dalil dan kenyataan. Allah taโ€™ala berfirman,

ย ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณู’ุจูู‡ู

โ€œBarangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah sebagai penolongnya.โ€ (Ath-Tholaq: 3).โ€ [Fathul Majid, hal. 124]

 

Beberapa Pelajaran:

  1. Wajib untuk selalu bertakwa kepada Allah taโ€™ala dan bergantung (tawakkal) hanya kepada-Nya
  2. Mengadu dan memohon hendaklah hanya kepada Allah taโ€™ala
  3. Tercelanya meminta-minta dan tercelanya bergantung kepada manusia
  4. Allah Maha Mampu sedang makhluk itu lemah
  5. Allah akan sesantiasa menolong orang yang bertakwa dan mencukupi orang yang bersandar kepada-Nya
  6. Takwa dan tawakkal adalah solusi semua problematika hidup ini
  7. Memohon dan bergantung kepada selain Allah dapat mengantarkan kepada syirik (insya Allah akan dibahas lebih detail dalam artikel lainnya)
  8. Seorang mukmin harus kuat dan optimis dalam menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam hidup, yaitu dengan selalu berharap, bergantung dan bermohon hanya kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, inilah hakikat kekuatan
  9. Allah yang Maha Memberi rezeki, meminta kepada selain-Nya termasuk syirik
  10. Kematian yang baik, yaitu dalam keadaan taat kepada Allah adalah peristirahatan yang baik untuk seorang mukmin dari segala kesusahan dunia, namun kematian yang jelek bisa jadi awal bencana besar untuk seorang hamba jika Allah tidak mengampuninya. Wallaahu Aโ€™lam.

 

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

 

[Sumber: http://sofyanruray.info/mengadukan-kesusahan-hanya-kepada-allah-azza-wa-jalla/]

Hadist Arba’in Nawawi – Hadist Kedua: Iman, Islam, dan Ihsan

0

Hadist Kedua

ุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ุฌูู„ููˆู’ุณูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูุฐู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูŽูŠูŽุงุถู ุงู„ุซู‘ููŠูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุณูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุซูŽุฑู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุฑูููู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฃูŽุณู’ู†ูŽุฏูŽ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฎูุฐูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ุงู’ู„ุฅูุณูู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุชูู‚ููŠู’ู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุชูุคู’ุชููŠูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุชูŽุตููˆู’ู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽย ย  ูˆูŽุชูŽุญูุฌู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽุŒ ููŽุนูŽุฌูุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ู„ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุชูู‡ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ูุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุญูููŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุฑูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงุกู ูŠูŽุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠู‘ู‹ุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู : ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุฃูŽุชู€ูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ .

[ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…]

 

Arti hadits / ุชุฑุฌู…ุฉ ุงู„ุญุฏูŠุซ :

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam) seraya berkata: โ€œ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?โ€, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam : โ€œ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu โ€œ, kemudian dia berkata: โ€œ anda benar โ€œ. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yangย  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: โ€œ Beritahukan aku tentang Iman โ€œ. Lalu beliau bersabda: โ€œ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk โ€œ, kemudian dia berkata: โ€œ anda benarโ€œ.ย  Kemudian dia berkata lagi: โ€œ Beritahukan aku tentang ihsan โ€œ. Lalu beliau bersabda: โ€œ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkauโ€ . Kemudian dia berkata: โ€œ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)โ€. Beliau bersabda: โ€œ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya โ€œ. Dia berkata:ย  โ€œ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya โ€œ, beliau bersabda:ย  โ€œ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)ย  berlomba-lomba meninggikan bangunannya โ€œ, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: โ€œ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?โ€. aku berkata: โ€œ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui โ€œ. Beliau bersabda: โ€œ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian โ€œ.

(Riwayat Muslim)

Catatan :

Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaaโ€™ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ุงู„ููˆุงุฆุฏ ู…ู† ุงู„ุญุฏูŠุซ :

Disunnahkan untuk memperhatikan kondisiย  pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.

Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orangโ€“orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.

Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: โ€œSaya tidak tahuโ€œ,ย  dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.

Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.

Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.

Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.

Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah taโ€™ala.

Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

Tafsir Surat An-Naas

0

ู…ุฎุชุตุฑ ุตุญูŠุญ ุชูุณูŠุฑ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ

Surah An-Naas

Bismillahirrahmanirrahim
โ€œKatakanlah, โ€œAku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan mengatur) manusia. Penguasa manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.โ€

[Tafsir]
Semua sifat di atas termasuk dari sifat-sifat Rabb โ€˜Azza wa Jalla; Rububiyah (ketuhanan), kerajaan, dan ilahiah (sembahan). Maka Allah adalah Rabb, penguasa, dan sembahan segala sesuatu. Segala sesuatu adalah makhluk-Nya, dikuasai oleh-Nya, dan hamba-Nya. Allah memerintahkan orang yang memohon perlindungan untuk meminta perlindungan hanya kepada Yang bersifat dengan sifat-sifat ini, dari kejelekan was-was yang dilakukan oleh al khannas, yaitu setan yang selalu menyertai manusia. Karena, tidak ada seorang pun dari anak Adam kecuali dia mempunyai qarin yang menjadikan kekejian nampak indah di matanya dan dia tidak perduli walau harus mengerahkan semua kemampuannya untuk memberikan khayalan palsu. Dan yang selamat hanyalah siapa yang Allah selamatkan.

Telah shahih dalam kitab Ash-Shahih bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
โ€œTidak ada seorang pun di antara kalian kecuali tilah diikutkan padanya temannya dari kalangan jin.โ€ Mereka bertanya, โ€œEngkau juga wahai Rasulullah?โ€ beliau menjawab, โ€œIya, hanya saja Allah telah menolong saya untuk mengatasinya, sehingga saya pun bisa selamat, dia tidak memerintah saya kecuali dengan kebaikan. โ€œ

Sejumlah ulama berkata menafsirkan firman-Nya, โ€œKejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi.โ€ Mereka berkata, โ€œDia adalah setan yang bercokol di dalam hati anak Adam. Jika dia (anak Adam) lalai, dia akan memberikan was-was, tapi jika dia berzikir kepada Allah, dia akan menahan diri.โ€

Firman-Nya, โ€œYang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.โ€ Apakah bisikan ini hanya terjadi pada anak anak Adam -sebagaimana lahiriah ayat-, ataukah berlaku umum untuk anak Adam dan juga jin? Ada dua pendapat di kalangan ulama. Namun terkadang mereka (jin) juga masuk ke dalam penamaan โ€˜manusiaโ€™ pada kebanyakan kasus. Ibnu Jarir berkata, โ€œTerkadang (kata โ€˜lelakiโ€™, penj.) juga digunakan untuk mereka (jin), โ€œBeberapa orang lelaki dari kalangan jin.โ€œ Maka tidak ada masalah menggunakan kata โ€˜manusiaโ€™ untuk mereka.โ€

Firman Allah Taโ€™ala, โ€œDari (golongan) jin dan manusia.โ€ Apakah ini rincian dari firman-Nya, โ€œYang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,โ€ lalu Dia menjelaskan dengan firman-Nya, โ€œDari (golongan) jin dan manusia?โ€ Kemungkinan ini menguatkan pendapat yang kedua.

Ada yang berpendapat, โ€œDari (golongan) jin dan manusiaโ€ adalah penafsiran dari โ€˜yang membisikkan was-was ke dalam dada manusiaโ€™, yakni dari golongan setan jin dan manusia. Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala, โ€œDan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).โ€ (Al-Anโ€™am: 112)
Dari Ibnu Abbas dia berkata, โ€œAda seorang lelaki yang mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu berkata, โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya saya berucap di dalam hatiku dengan suatu ucapan, yang saya jatuh dari atas langit lebih saya sukai daripada mengucapkannya.โ€ Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œAllahu Akbar, Allahu Akbar. Segala pujian hanya milik Allah yang telah menolak makarnya dan hanya menjadikannya sebagai was-was. โ€œ

Akhir tafsir surah An-Nร s
Segala pujian dan anugrah hanya milik Allah
Taufik dan penjagaan hanya dari-Nya

Tafsir Surat Al-Falaq

0

ู…ุฎุชุตุฑ ุตุญูŠุญ ุชูุณูŠุฑ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ

Surah Al-Falaq

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œTidakkah engkau melihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini? Tidak diketahui ada ayat-ayat yang semisal ini sama sekali. โ€œKatakanlah, โ€œAku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai al-falaq,โ€ dan โ€œKatakanlah, โ€œAku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan mengatur) manusia.โ€œ

Dan dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata, โ€œSuatu ketika saya pernah berjalan bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sebuah rombongan dari rombongan-rombongan yang ada. Tiba-tiba beliau bersabda kepadaku, โ€œWahai Uqbah, tidakkah kamu naik ke tungganganku?โ€ Saya menghormati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga saya tidak naik ke tunggangan beliau. Beliau kembali berkata, โ€œWahai Uqbah, tidakkah kamu naik ke tungganganku?โ€ Maka akhirnya saya khawatir kalau-kalau penolakan saya ini merupakan maksiat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian turun dan saya yang menaiki tunggangan beliau untuk sesaat, kemudian beliau kembali menaiki tunggangannya. Kemudian beliau bersabda, โ€œWahai Uqbah, maukah kamu saya ajarkan dua surah di antara dua surah terbaik yang dibaca oleh manusia?โ€ Saya menjawab, โ€œMau wahai Rasulullah.โ€ Maka beliau membacakan kepadaku โ€œKatakanlah, โ€œAku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai al-falaq,โ€ dan โ€œKatakanlah, โ€œAku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan mengatur) manusia.โ€ Kemudian shalat ditegakkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maju mengimami kami dan membaca kedua surah ini. Setelah selesai, beliau melewatiku seraya bersabda, โ€œBagaimana pendapatmu wahai Uqbah, bacalah keduanya setiap kali kamu mau tidur dan setiap kali kamu bangun dari tidur.โ€

Dari Uqbah bin Amir dia berkata, โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan saya untuk membaca surah-surah perlindungan di akhir setiap shalat. โ€œ

Dan dari Aisyah radhiallahu anha, bahwa jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merasakan sakit, beliau meruqyah diri beliau sendiri dengan membaca kedua surah perlindungan ini, lalu beliau meniupkannya. Tatkala penyakit beliau bertambah parah, saya yang meruqyah beliau dengan kedua surah perlindungan ini, lalu saya mengusapkan kedua tangan beliau padanya untuk mengharap berkahnya.

Bismillahirrahmanirrahim
Katakanlah, โ€œAku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai al-falaq, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila dia dengki.โ€

Sejumlah ulama mengatakan, โ€œAl-falaqโ€ adalah subuh, ini seperti firman Allah Taโ€™ala, โ€œDia menyingsingkan waktu subuh.โ€ (Al-Anโ€™am: 96)

Firman Allah Taโ€™ala, โ€œDari kejahatan makhluk-Nya,โ€ yakni: Dari kejelekan seluruh makhluk.

Firman Allah Taโ€™ala, โ€œDan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.โ€ Ada yang menafsirkan, โ€œKejahatan malam jika telah gelap gulita,โ€ dengan terbenamnya matahari. Az-Zuhri berkata, โ€œDan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,โ€ yaitu matahari jika dia terbenam.

Aisyah radhiallahu anha berkata, โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah memegang tanganku, lalu beliau memperlihatkan kepadaku bulan ketika munculnya. Kemudian beliau bersabda, โ€œBerlindunglah kamu kepada Allah dari kejelekan bulan ini jika dia terbit.โ€
Dalam sebuah riwayat, “Berlindunglah kepada Allah dari keburukan (bulan). Karena dialah al ghรฒsiq jika telah terbit.”

Firman Allah Taโ€™ala, โ€œDan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,โ€ yakni: Para penyihir wanita jika mereka membaca mantra dan meniup pada buhul-buhul.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Jibril pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu berkata, โ€œApakah kamu merasa sakit ya Muhammad?โ€ Beliau menjawab, โ€œYa.โ€ Maka Jibril berkata, โ€œBismillah, aku meruqyah kamu dari setiap penyakit yang mengganggumu, serta dari kejelekan semua orang yang hasad dan mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu.โ€ Mungkin saja kejadian ini terjadi ketoka beliau shallallahu alaihi wasallam merasakan sakit tatkala beliau disihir. Kemudian Allah Taโ€™ala memberikan kesehatan dan kesembuhan kepada beliau. Allah mengembalikan makar para penyihir yang hasad dari kalangan Yahudi kepada diri mereka sendiri, membinasakan mereka, dan mempermalukan mereka. Namun bersamaan dengan itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah sekali pun menghardiknya, dan hnya Allah yang memberi kecukupan, kesembuhan, dan kesehatan.

Akhir tafsir surah Al-Falaq
Segala pujian dan anugrah hanya milik Allah
Taufik dan penjagaan hanya dari-Nya

Tafsir Surat Al-Ikhlash

0

ู…ุฎุชุตุฑ ุตุญูŠุญ ุชูุณูŠุฑ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ

Surah Al-Ikhlash

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata, โ€œSesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah menunjuk seseorang untuk memimpin satu skuadron. Orang ini membaca surah ketika mengimami pasukannya dalam shalat, tapi dia selalu menutupnya dengan surah ‘Qul Huwallahu Ahad’. Setelah mereka pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Beliau lalu bersabda, โ€œTanyakan kepadanya, kenapa dia melakukan itu?โ€ Mereka lalu bertanya kepadanya, dan dia menjawab, โ€œKarena surah itu adalah sifat ar-Rahman, dan saya senang untuk membacanya.โ€ Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œKabarkan kepadanya bahwa Allah Taโ€™ala mencintainya.โ€

Dari Abu Said radhiallahu anhu dia berkata, โ€œAda seorang lelaki yang mendengar temannya selalu mengulang-ulangi surah ‘Qul Huwallahu Ahad’. Pagi harinya, lelaki ini mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau, sepertinya lelaki itu menganggap remeh surah ini. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œDemi yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur`an.โ€

Dan dari Abu Said radhiallahu anhu dia berkata, โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda kepada para sahabatnya, โ€œApakah kalian tidak sanggup membaca sepertiga al-Qur`an dalam satu malam?โ€ Ternyata hal tersebut memberatkan mereka, lalu berkata, โ€œSiapakah di antara kami yang sanggup melakukannya wahai Rasulullah?โ€ Maka beliau bersabda, โ€œAllahul Wahidus Shamad setara dengan sepertiga Al-Qur`an.”

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œBerkumpullah kalian, karena sungguh aku akan membacakan sepertiga al-Qur`an kepada kalian.โ€ Maka berkumpullah sekelompok orang. Kemudian Nabi Allah shallallahu alaihi wasallam keluar lalu membaca surah ‘Qul Huwallahu Ahad’, kemudian beliau masuk kembali ke dalam rumah. Maka sebagian dari kami bertanya kepada yang lainnya, โ€œBukankah tadi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œSesungguhnya saya akan membacakan sepertiga al-Qur`an kepada kalian.โ€ Namun saya sendiri beranggapan bahwa ini adalah wahyu dari langit. Kemudian Nabi Allah shallallahu alaihi wasallam keluar dan berkata, โ€œSesungguhnya saya tadi mengatakan kepada kalian, โ€œSungguh aku akan membacakan sepertiga Al-Qur`an kepada kalian.โ€ Ketahuilah, sesungguhnya surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur`an.โ€

Dari Muร dz bin Abdillah bin Habib dari ayahnya dia berkata, โ€œKami pernah kehausan di malam gelap gulita ketika kami sedang menunggu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar untuk shalat mengimami kami. Tidak lama berselang, beliau keluar lalu memegang tanganku dan bersabda, โ€œBacalah!โ€ Lalu beliau terdiam. Kemudian beliau berkata lagi, โ€œBacalah!โ€ Saya menjawab, โ€œApa yang harus saya baca?โ€ Beliau menjawab, โ€œBacalah โ€˜Qul Huwallahu Ahadโ€™ dan kedua surah perlindungan sebanyak tiga kali di sore dan pagi hari. Niscaya hal itu akan memberikan kecukupan kepadamu sebanyak dua kali setiap harinya.โ€

Dan dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata, โ€œSesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam, jika beliau beranjak menuju tempat tidur beliau setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangan beliau kemudian meniup keduanya seraya membaca surah โ€˜Qul Huwallahu Ahad,โ€™ Qul A`udzu birabbil falaq,โ€™ dan โ€˜Qul A`udzu birabbinnas’. Kemudian beliau mengusapkan kedua tangan beliau ke bagian tubuh yang bisa beliau jangkau. Beliau memulai dengan bagian kepala dan wajah beliau, lalu bagian depan dari tubuh beliau. Beliau melakukan hal ini sebanyak tiga kali.โ€

Bismillahirrahmanirrahim
โ€œKatakanlah: โ€œDia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.โ€

Yakni: Dia-lah Yang Maha tunggal lagi Maha Esa, tidak ada yang serupa dengan-Nya dan juga tidak butuh penolong, tidak ada tandingan, tidak ada ada yang mirip denganNya, dan tidak ada yang setara dengan-Nya.

Lafazh ini (Ahad, penj.) tidak boleh digunakan kepada siapa pun dalam kalimat positif kecuali kepada Allah Azza wa Jalla, karena hanya Dia Yang Maha sempurna pada semua sifat dan perbuatanNya.

Firman Allah -Tabaraka wa Taโ€™ala-, โ€œAllah adalah Yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.โ€ Sebagian ulama berkata menafsirkan maknanya, “Yakni: Yang semua makhluk bersandar kepada-Nya dalam pemenuhan kebutuhan dan permintaan mereka.โ€
Ulama lainnya berkata, โ€œDia lah as Sayyid yang sangat sempurna kekuasaanNya, Maha mulia yang sangat sempurna kemuliaan-Nya, Maha agung yang sangat sempurna keagunganNya, Maha lembut yang sangat sempurna kelembutanNya, Maha berilmu yang sangat sempurna keilmuanNya, Maha bijaksana yang sangat sempurna kebijaksanaanNya. Dia lah Yang sempurna dalam semua bentuk kemuliaan dan ketinggian, Dia lah Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. Semua sifatNya ini tidak ada yang memilikinya kecuali diriNya. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada sesuatu pun yang seperti diriNya. Mahasuci Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.โ€
Ada yang mengatakan, โ€œDia-lah yang tetap kekal setelah seluruh makhluknya mati. Yang Maha hidup lagi Maha tegak dengan sendirinya, tidak ada akhir bagiNya.โ€

Ar-Rabiโ€™ bin Anas berkata, โ€œDia lah yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.โ€ Sepertinya beliau menjadikan ayat setelahnya -yaitu firman-Nya, โ€œDia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,โ€- sebagai penafsiran dari ayat ini, dan ini adalah penafsiran yang bagus. Dan sejumlah ulama mengatakan, โ€œAsh-Shamad,โ€ adalah Yang tidak ada sesuatu pun yang keluar dari-Nya.โ€

Al-Hafizh Abu al Qasim Ath-Thabrani berkata dalam Kitab As-Sunnah karya beliau, setelah beliau membawakan kebanyakan pendapat-pendapat di atas dalam tafsir, โ€œAsh-Shamad.โ€ Beliau berkata, โ€œSemua penafsiran ini benar, karena ini semua memang merupakan sifat-sifat Rabb kita Azza wa Jalla. Dia lah tempat kembali dalam memenuhi semua kebutuhan. Dia lah yang sangat sempurna kekuasaanNya. Dia lah yang tidak ada sesuatu pun yang keluar dariNya, juga tidak makan dan minum. Dan Dia lah yang Maha kekal setelah kematian seluruh makhlukNya.โ€

Firman Allah Taโ€™ala, โ€œDia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,โ€ yakni: Dia tidak mempunyai anak, tidak pula orang tua, dan tidak pula istri.

Mujahid berkata, โ€œDan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia,โ€ maksudnya: Dia tidak mempunyai istri.โ€ Yakni: Dia adalah Pemilik dan Pencipta segala sesuatu, maka bagaimana mungkin ada di antara makhluk yang mirip dan serupa denganNya, atau yang mendekati kedudukanNya. Maha tinggi dan Maha suci Allah dari hal tersebut.

Akhir tafsir surah Al-Ikhlas
Segala pujian dan anugrah hanya milik Allah

Hadist Arba’in Nawawi – Hadist 1: Ikhlas

0

HADITS PERTAMA

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ููŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจููŠู’ ุญูŽูู’ุตู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู : ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู’ู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ . ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ููŽู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ู„ูุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุตููŠู’ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ูƒูุญูู‡ูŽุง ููŽู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู .

[ุฑูˆุงู‡ ุฅู…ุงู…ุง ุงู„ู…ุญุฏุซูŠู† ุฃุจูˆ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุจู† ุงู„ู…ุบูŠุฑุฉ ุจู† ุจุฑุฏุฒุจุฉ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงุจูˆ ุงู„ุญุณูŠู† ู…ุณู„ู… ุจู† ุงู„ุญุฌุงุฌ ุจู† ู…ุณู„ู… ุงู„ู‚ุดูŠุฑูŠ ุงู„ู†ูŠุณุงุจูˆุฑูŠ ููŠ ุตุญูŠุญูŠู‡ู…ุง ุงู„ู„ุฐูŠู† ู‡ู…ุง ุฃุตุญ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ู…ุตู†ูุฉ]

Arti Hadits / ุชุฑุฌู…ุฉ ุงู„ุญุฏูŠุซ :

Dari Amirul Muโ€™minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiapย  perbuatan tergantung niatnya.ย  Danย  sesungguhnyaย  setiapย  orangย  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Ismaโ€™il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafiโ€™i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafiโ€™i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : โ€œUmmu Qaisโ€ bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan โ€œMuhajir Ummi Qaisโ€ (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / ุงู„ููˆุงุฆุฏ ู…ู† ุงู„ุญุฏูŠุซ :

Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah taโ€™ala).

Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah taโ€™ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.

Seorang muโ€™min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.

Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.