Saturday, April 20, 2019
Home > Muamalah > Hukum Menabung di Bank Konvensional Atau Bank Syariah

Hukum Menabung di Bank Konvensional Atau Bank Syariah

Bagaimana hukum menabung di bank konvensional atau bank syariah? Pada saat ini, kebanyakan orang telah memiliki tabungan, baik di bank konvensional ataupun bank syariah. Sebagian dari mereka membuka tabungan bertujuan untuk memudahkan transaksi bisnis mereka atau menerima gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja. Sebagian dari mereka pula bertujuan untuk investasi atau mendapat keuntungan dari tabungan mereka.

Sebagai seorang muslim, di dalam menjalani kehidupan ini haruslah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah agar menjadi seorang yang beruntung. Allah ta’ala berfirman,

وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (QS. al-Baqarah: 189).

Hal ini berarti, barangsiapa yang tidak bertaqwa kepada Allah maka dia tidak menempuh jalan yang akan mengantarkan dirinya menuju keberuntungan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 88).

Di Indonesia, pada umumnya tatkala seorang menabung di bank konvensional, orang tersebut akan mendapat penambahan atau bunga setiap bulannya pada rekening tabungan yang orang tersebut miliki. Namun, tatkala seorang menabung di bank syariah, pada umumnya terdapat beberapa akad (mudharabah, atau wadi’ah). Jika orang tersebut memilih akad mudharabah (bagi hasil), maka setiap bulannya akan mendapat tambahan pada rekening tabungannya. Jika orang tersebut memilih akad wadi’ah (titipan), maka beberapa pihak bank ada yang memberikan bonus setiap bulannya dan adapula yang tidak memberikan bonus pada rekening tabungannya. Tambahan tersebutlah yang kemudian menjadikan tabungan seorang menjadi tercampur dengan riba.

Allah Ta’ala Telah Mengharamkan Riba

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqoroh: 275)

Rasulullaah Shallallaahu’alaihi Wa Sallam Melaknat Pelaku Riba

Di dalam sebuah hadist, dari sahabat Jabir radhiallaahu’anhu, 

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir berkata: Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, wakilnya, sekretarisnya dan saksinya. (HR. Muslim 4177)

Cukuplah dua dalil di atas menjadi peringatan bagi diri kita, agar senantiasa menjauhi perbuatan riba.

Sebagian kalangan ada yang membolehkan membuka tabungan baik di bank konvensional atau syariah yang ada tambahan setiap bulannya dengan syarat tambahan riba (bunga, bonus, bagi hasil) tersebut tidak diambil atau dimakan, melainkan disedekahkan.

Akan tetapi, yang menjadi pokok permasalahan tatkala seorang menabung di bank konvensional atau syariah adalah dengan adanya penambahan tersebut. Sekalipun seorang tidak mengambil atau memakan tambahan riba (bunga, bonus, bagi hasil) nya, karena tatkala seorang membuka tabungan di suatu bank, maka akan disyaratkan padanya untuk menandatangani pernyataan untuk menerima tambahan riba (bunga, bonus, bagi hasil) pada rekening tabungannya sebagai bentuk persetujuan. Padahal Allah Ta’ala melarang hamba-Nya berbuat riba, bahkan Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam pun melaknat orang yang berbuat riba.

Untuk solusi dari hal tersebut sangatlah mudah, yaitu dengan meminta pihak bank agar menjadikan tabungan yang kita miliki bebas tambahan riba (bunga, bonus, bagi hasil). Dan Alhamdulillaah, untuk saat ini beberapa bank di Indonesia bisa memfasilitasi hal tersebut, seperti;

  1. Bank Mand*ri (dengan mengajukan form permintaan penghapusan bunga),
  2. BN* Syariah (dengan akad wadi’ah tanpa bonus),
  3. BC* Syariah (dengan akad wadi’ah tanpa bonus),
  4. BR* Syariah (dengan akad wadi’ah tanpa bonus),
  5. Mu*malat (dengan akad wadi’ah tanpa bonus),
  6. Bank Syariah Mand*ri (dengan akad wadi’ah tanpa bonus).

2 thoughts on “Hukum Menabung di Bank Konvensional Atau Bank Syariah

  1. Assalamualaykum,

    Terkait tulisan di https://www.albaitu.com/774-hukum-menabung-di-bank-konvensional-atau-bank-syariah.html, disampaikan bahwa di Bank Mandiri dimungkinkan untuk menghilangkan pasal bunga.

    Mohon informasi, cabang mana (jika memungkinkan beserta nama penanggung jawab dan nomer telepon) yg sudah bisa melakukan hal tsbt?

    Saya berencana melakukan penghapusan riba, tapi khawatir costumer servicenya tidak update tentang hal ini.

    Terimakasih,
    Anggoro

    1. wa’alaikumus sallam wa rohmatullaah, untuk bank mandiri seharusnya sudah menjadi salah satu layanan dari fasilitas mereka untuk penghapusan bunga (riba). Akan tetapi, lebih baik dilakukan pada kantor cabang masing-masing. Apabila bagian CS menolak karena tidak mengetahui perihal ini katakan bahwa sudah banyak yang melakukannya silahkan tanya kepada kepala cabang atau ke pusat.

      Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari perkara-perkara yang diharamkan oleh-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *