Tuesday, June 18, 2019
Home > Kisah Nyata > Kisah Pembaiatan Abu Bakar As-Shiddiq (1)

Kisah Pembaiatan Abu Bakar As-Shiddiq (1)

abu-bakar

Kisah Pembaiatan Abu Bakar As-Shiddiq radhiallahu’anhu (1)

Sudahkah Anda mengetahui bagaimana kisah pengangkatan Abu Bakar As-Shiddiq radhiallaahu’anhu menjadi khalifah pertama umat Islam? Kisah ini terdapat di dalam kitab “Shahih Bukhari”. Kisah yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallaahu’anhu. Kisah yang menceritakan tentang luasnya ilmu para sahabat Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam dan kemuliaan mereka, terutama para khulafa’ur rasyidin.

Ketika itu adalah musim haji pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab radhiallaahu’anhu, Abdurrahman bin ‘Auf radhiallaahu’anhu menghampiri Ibnu Abbas radhiallaahu’anhu di persinggahan Mina, dan berkata “sekiranya engkau melihat seorang yang menemui amirul mukminin hari ini, orang itu mengatakan ‘’Wahai amirul mukminin, apakah engkau sudah tahu berita si fulan yang mengatakan; ‘sekiranya Umar telah meninggal, aku akan berbaiat kepada fulan, pembaiatan Abu Bakar ash Shiddiq tidak lain hanyalah sebuah kekeliruan dan sekarang telah berakhir’.

Umar radhiallaahu’anhu kemudian marah dan mengatakan bahwasanya ia akan berbicara di hadapan orang-orang pada sore hari dan memperingatkan mereka atas perkara tersebut. Kemudian Abdurrahman bin ‘Auf radhiallaahu’anhu mengingatkan kepada amirul mukminin agar janganlah amirul mukminin berbicara di depan orang-orang atas perkara tersebut saat ini, sebab ketika musim haji seluruh orang-orang berkumpul dan menghimpun orang-orang yang jahil, dan jumlah mereka lebih banyak, Abdurrahman bin ‘Auf radhiallaahu’anhu mengkhawatirkan perkara yang disampaikan oleh amirul mukminin tidak dipahami oleh orang-orang tersebut, dan mereka menyebarkan berita yang tidak sesuai dan tidak pula meletakkan pada tempatnya.

Oleh karena itu, Abdurrahman bin Auf radhiallaahu’anhu mengatakan kepada amirul mukminin agar menangguhkan petuah tersebut hingga tiba di Madinah, sebab Madinah adalah Darul Hijrah dan Darus Sunnah yang penuh dengan ahli fikih dari kalangan para sahabat. Sehingga, amirul mukminin dapat menyampaikan petuahnya secara luas dan para ahlul ilmi memperhatikan, meletakkan pada tempatnya dan menghafal petuah dari amirul mukminin. Kemudian, Umar bin Khaththab radhiallaahu’anhu pun mengikuti saran dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallaahu’anhu dan mengatakan insya Allah akan menunda petuah tersebut hingga tiba di Madinah.

Ibnu Abbas radhiallaahu’anhu mengatakan bahwasanya mereka tiba di Madinah setelah bulan Dzulhijjah. Maka pada hari Jum’at ketika sore hari orang-orang di Madinah pun berkumpul untuk mendengarkan petuah dari amirul mukminin. Ketika amirul mukminin berada di atas mimbar, amirul mukminin pun memanjatkan pujian kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian berkata…

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *